Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Tak Punya BPJS, Biaya Perawatan Andalkan Urunan

17 hours ago 5

BONTANGPOST.ID, Bontang – Di tengah kondisi kritis usai diterkam buaya, Abisar, bocah 11 tahun asal RT 08, Kelurahan Loktuan, juga menghadapi persoalan lain. Dia tidak memiliki jaminan kesehatan.

Hingga Minggu (1/3/2026), korban masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit PKT dan belum sadarkan diri. Namun saat pertama kali mendapat penanganan medis, diketahui korban tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan ketiadaan BPJS tersebut berawal dari persoalan administrasi kependudukan. Korban tidak tercatat dalam Kartu Keluarga (KK), sehingga tidak memiliki akses terhadap fasilitas jaminan kesehatan maupun layanan publik lainnya. Sehingga biaya perawatan mengandalkan donasi dan urunan warga.

“Bahkan ia tidak bisa bersekolah karena tidak memiliki dokumen kependudukan,” ungkapnya.

Sejak kecil, korban tidak tinggal bersama orang tuanya. Ia sempat diasuh sang nenek hingga meninggal dunia, lalu berpindah-pindah tinggal di rumah kerabat. Kondisi tersebut membuat status administrasinya tidak jelas dan belum dimasukkan dalam KK keluarga yang merawatnya saat ini.

Pihak keluarga sebenarnya telah berupaya mengurus dokumen kependudukan serta pendaftaran BPJS. Namun proses tersebut terkendala karena korban belum resmi tercatat dalam KK.

Saat ini Ketua RT setempat telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk membantu percepatan pengurusan dokumen agar korban bisa dimasukkan ke dalam KK tantenya dan didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Sebelumnya, korban bernama Abisar (11) diserang buaya saat berenang di kawasan rawa-rawa tembusan Selambai, Sabtu (28/2) sekitar pukul 14.00. Ia mengalami luka gigitan di bagian leher dan kepala serta luka cakaran di bagian perut.

Di balik tragedi tersebut, persoalan mendasar tentang akses administrasi dan jaminan kesehatan kembali menjadi sorotan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |