Beruang Madu Muncul di Kutim, BKSDA Pasang Kandang Jebak di Dekat Permukiman

11 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Sangatta – Kemunculan beruang madu di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kutai Timur, ditangani Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dengan memasang kandang jebak di jalur yang diduga sering dilalui satwa tersebut, terutama di dekat permukiman warga.

Langkah ini dilakukan setelah laporan masyarakat diterima pada 31 Maret 2026. Sehari kemudian, tim BKSDA turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Pengendali Ekosistem Hutan Muda BKSDA Kaltim, Ahmad Ripai, menjelaskan bahwa kandang jebak menjadi metode utama untuk mengevakuasi beruang tanpa melukai satwa.

“Perintah dari kepala seksi langsung kami tindaklanjuti. Tanggal 1 April kami sudah turun ke lokasi untuk pengecekan dan penanganan awal,” ujarnya, Minggu (5/4).

Perangkap dipasang di titik-titik yang diduga menjadi lintasan beruang, terutama di perbatasan permukiman, sungai, dan hutan. Metode ini dipilih karena beruang madu aktif pada malam hari dan sensitif terhadap kehadiran manusia, sehingga sulit ditangani dengan pembiusan langsung.

“Kendala kami, beruang ini jarang terlihat siang hari dan jika tahu ada manusia langsung kabur, sehingga metode pembius sulit dilakukan,” jelas Ahmad.

Penggunaan kandang jebak membutuhkan waktu karena bergantung pada pergerakan dan pola makan beruang. “Pengalaman sebelumnya di Senoni menggunakan metode yang sama dan membutuhkan waktu cukup lama hingga berhasil,” tambahnya.

Selain memasang perangkap, BKSDA juga melakukan pemantauan rutin dan memberikan edukasi kepada warga mengenai cara menghadapi satwa liar. Masyarakat diimbau untuk tidak mengganggu beruang madu dan mengusirnya dengan aman jika bertemu.

Hingga kini, jumlah beruang yang muncul belum dapat dipastikan karena masih berdasarkan laporan warga dan jejak di lapangan. BKSDA memastikan penanganan dilakukan sambil menjaga keselamatan warga dan kelestarian satwa liar. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |