Basket Bontang Kunci Perunggu Popda Lewat Kejutan di Menit Terakhir

2 days ago 11

BONTANGPOST.ID, Bontang – Perjalanan panjang tim basket Bontang pada Popda Kaltim XVII/2025 berakhir manis. Baik tim putra maupun putri berhasil membawa pulang medali perunggu setelah melewati rangkaian pertandingan intens sejak fase awal.

Namun sorotan utama tertuju pada tim putri yang menunjukkan determinasi tinggi hingga detik terakhir. Laga perebutan tempat ketiga berlangsung ketat sebelum drama di penghujung pertandingan menjadi penentu kemenangan.

Memasuki menit-menit akhir, Bontang tertinggal 38–37 dari Kutai Kartanegara. Titik balik terjadi ketika staf pelatih melakukan rotasi pemain.

Asisten Pelatih Basket Putri Bontang, Asrul Maha Putra, mengatakan duel tersebut berlangsung dengan tensi tinggi.

“Pertandingannya benar-benar alot. Selisihnya cuma satu angka. Kedua tim sama kuat,” ujarnya.

Masuknya Yulike—center Bontang—memberi dampak cepat. Cedera pemain lain memaksa perubahan rotasi, namun keputusan itu justru membawa hasil.

“Kami berbalik unggul 39–38 dan bertahan sampai akhir,” kata Asrul.

Pada dua kuarter awal, Bontang tampil agresif. Skema pertahanan diubah menjadi full press sejak awal, membuat Kukar kesulitan mengembangkan permainan.

“Kami ubah strategi dari defend 30 persen menjadi full press 100 persen. Kukar kaget, panik, dan banyak turnover. Itu yang kami manfaatkan,” tutur Asrul.

Strategi tersebut berhasil membuat Bontang dominan. Mereka mengemas 16 poin pada kuarter kedua dan 13 poin pada kuarter ketiga, sementara Kukar hanya mencetak angka di bawah dua digit.

Namun stamina mulai menurun di kuarter akhir.

“Anak-anak mulai capek karena full press menguras tenaga. Kami buat banyak kesalahan dan mereka mengejar,” jelas Asrul.

Meski tertekan, Bontang mampu memaksimalkan peluang dari free throw.

“Alhamdulillah free throw kami lebih bagus dari Kukar,” tambahnya.

Asrul mengungkapkan, target awal memang realistis: meraih perunggu. Persiapan hanya berlangsung tiga minggu, sementara beberapa pemain masih mengikuti turnamen lain seperti Smanda Cup, Sonic Cup, dan Yamaha Cup di Samarinda. Kondisi ini membuat latihan tidak bisa optimal.

Ia mengakui pembinaan basket di Balikpapan dan Samarinda masih lebih maju.

“Kompetisi di sana hidup. Sebulan bisa dua event. Di Bontang, event bisa dihitung jari. Mereka juga biasa main waktu bersih, sedangkan kami waktu kotor. Secara stamina jelas beda,” paparnya.

Situasi ini menjadi PR bagi Perbasi Bontang dan para pelatih.

“Kami terus dorong supaya kompetisi diperbanyak. Kalau tidak, kita akan tertinggal terus,” tegasnya.

Menatap Popda 2027, saat Bontang menjadi tuan rumah, Asrul tetap optimistis. Meski hanya satu pemain dari skuad saat ini yang bisa tampil, regenerasi sudah dipersiapkan.

“Untuk 2027, yang bisa main dari skuad ini cuma satu orang. Tapi kami sudah siapkan pemain kelahiran 2009–2010,” jelasnya.

Sementara itu, tim putra juga berhasil memastikan medali perunggu. Mereka menang telak 65–27 atas Berau dalam perebutan tempat ketiga. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |