Banjir Bontang Belum Tuntas, Pengendalian Hulu Jadi Kunci Utama

10 hours ago 12

BONTANGPOST.ID, Bontang – Penanganan banjir di Bontang dinilai tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas pemerintah, terutama intervensi di wilayah hulu yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Hal ini ditegaskan Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin. Menurutnya, pengendalian banjir tidak akan efektif jika hanya difokuskan di wilayah hilir atau kawasan dalam kota.

“Kalau kita turap semua pun, kapasitas sungai tetap tidak mampu menampung seluruh volume air dari hulu,” ujarnya.

Karena itu, Pemkot Bontang mendorong pembangunan infrastruktur pengendali banjir di wilayah hulu, seperti bendungan atau waduk.

Salah satu rencana yang telah disiapkan adalah pembangunan waduk di kawasan Suka Rahmat. Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut sebenarnya sudah tersedia, namun realisasinya masih terkendala proses pembebasan lahan.

“DED-nya sudah ada, tetapi masih terkendala di pembebasan lahan,” jelasnya.

Syahruddin menyebut, hambatan tersebut menjadi faktor utama lambatnya pelaksanaan proyek strategis itu. Padahal, keberadaan bendungan di hulu diyakini mampu menekan debit air yang mengalir ke Bontang secara signifikan.

“Kalau di hulu bisa dikendalikan, maka beban di hilir otomatis berkurang,” tuturnya.

Pemkot Bontang pun terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.

“Kami dorong agar ini menjadi prioritas provinsi. Karena ini bukan hanya kepentingan Bontang, tetapi juga wilayah sekitarnya,” katanya.

Selain aspek teknis, ia juga menyoroti faktor kebijakan yang kerap memengaruhi pelaksanaan proyek besar.

“Biasanya pemerintah mempertimbangkan apakah proyek bisa selesai dalam satu periode atau tidak. Jika tidak, akan menjadi beban bagi pemerintahan berikutnya,” sebutnya.

Di sisi lain, kondisi daerah aliran sungai (DAS) di wilayah hulu semakin memprihatinkan. Alih fungsi lahan menyebabkan kemampuan tanah menyerap air menurun drastis.

“Ini yang membuat volume air semakin besar dan langsung mengalir ke sungai,” tambahnya.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Syahruddin menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam penanganan banjir, dari hulu hingga hilir.

“Kalau ingin mengurangi banjir secara signifikan, harus ditangani dari sumbernya. Tidak bisa parsial,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |