Tarung Nyawa di Pedalaman Kaltim, Mahulu Butuh Ambulans Terbang demi Pasien Kritis

1 day ago 14

BONTANGPOST.ID, Mahakam Ulu – Tantangan geografis dan keterbatasan akses transportasi di kawasan pedalaman mendorong Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengusulkan penyediaan ambulans terbang.

Sarana evakuasi melalui jalur udara tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan dan rujukan pasien dalam kondisi darurat, terutama ketika akses darat maupun sungai tidak dapat dilalui.

Kebutuhan ambulans terbang mencuat di tengah pembangunan Rumah Sakit Kelas C RSUD Gerbang Sehat Mahakam (GSM) di Ujoh Bilang. Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan, namun persoalan akses menuju fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menyampaikan usulan tersebut saat meninjau progres pembangunan RS Kelas C GSM di Ujoh Bilang.

Menurutnya, Mahulu membutuhkan alternatif evakuasi medis yang dapat menjangkau wilayah pelosok dengan waktu tempuh lebih cepat, khususnya dalam situasi darurat.

“Harapan saya di kemudian hari Mahakam Ulu bisa mendapatkan ambulans terbang yang bisa kita gunakan,” tutur Angela.

Angela mengatakan, kondisi geografis Mahulu yang memiliki wilayah luas membuat kecepatan penanganan pasien menjadi faktor penting. Dalam kondisi tertentu, jalur transportasi darat dan sungai tidak dapat diandalkan karena dipengaruhi kondisi alam maupun cuaca.

“Karena akses darat maupun akses air yang biasanya kita gunakan saat ini dalam kondisi tertentu tidak bisa dipakai sama sekali,” ungkapnya.

Pemkab Mahulu saat ini juga terus berupaya meningkatkan konektivitas antarwilayah. Salah satunya melalui pembukaan dan perbaikan akses darat dari Long Pakaq menuju Tiong Ohang.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala di lapangan. Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan berat hingga terputus akibat longsor.

“Kami mengusahakan akses darat dari Long Pakaq hingga Tiong Ohang, tetapi memang ada beberapa spot yang saat ini sudah longsor berat,” jelas Angela.

Menurut Angela, penguatan pelayanan kesehatan di Mahulu tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas rumah sakit. Sistem transportasi dan mekanisme rujukan juga harus diperkuat agar pasien dalam kondisi kritis dapat segera mendapatkan penanganan.

Keberadaan kampung-kampung yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan fasilitas kesehatan membuat kebutuhan terhadap sistem evakuasi yang cepat menjadi semakin penting.

Karena itu, pembangunan RS Kelas C GSM diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan sistem rujukan, termasuk menyiapkan alternatif transportasi medis bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Angela juga meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut membutuhkan dukungan khusus agar dapat memperoleh pelayanan dasar yang setara, termasuk layanan kesehatan.

“Kebutuhan kami adalah apa yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden. Kami yang berada di pedalaman, di perbatasan, di 3T, harus mendapatkan perhatian lebih dan perhatian khusus,” kata Angela.

Ia menegaskan, jarak dan keterbatasan akses transportasi tidak semestinya menjadi penghalang bagi masyarakat pelosok untuk mendapatkan pertolongan medis secara cepat.

Terlebih bagi pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan segera, keterlambatan perjalanan menuju fasilitas kesehatan dapat meningkatkan risiko keselamatan.

“Sehingga tidak ada ibu hamil yang berisiko meninggal dunia maupun masyarakat dengan penyakit menahun yang membutuhkan rujukan segera tidak bisa mendapatkan pelayanan dengan baik,” pungkasnya.

Dengan adanya penguatan jalur evakuasi medis melalui udara, Pemkab Mahulu berharap kesenjangan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pelosok dapat semakin ditekan. (KP) 

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |