PLN Ungkap Alasan Listrik Bontang Dipadamkan Bergilir, Klaim Demi Cegah Blackout

3 hours ago 7

BONTANGPOST.ID, Bontang – PLN mengungkap alasan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Bontang. Pengurangan pasokan dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan mencegah terjadinya blackout atau padam total.

Hal itu disampaikan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Bontang, Luddie Wied Hardono, saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi B DPRD Bontang, Selasa (15/9/2026).

Luddie menjelaskan, kondisi kelistrikan di Kalimantan saat ini belum optimal akibat gangguan operasional dan pemeliharaan pada sejumlah pembangkit. Empat pembangkit yang terdampak yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim (CFK), PLTU Kaltim Prima Coal (KPC), PLTU Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai.

Gangguan pada pembangkit tersebut membuat pasokan daya dalam sistem interkoneksi Mahakam berkurang. Sistem ini menghubungkan sejumlah pembangkit di Kalimantan Timur sehingga pasokan listrik dapat disalurkan antarwilayah.

Namun, ketika beberapa pembangkit mengalami gangguan atau pemeliharaan secara bersamaan, kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan listrik ikut menurun. Sementara itu, konsumsi listrik terus meningkat, terutama saat beban puncak pada pukul 18.00 hingga 22.00 Wita.

Dalam kondisi tersebut, PLN menerapkan pengaturan beban dengan mengurangi pasokan listrik di sejumlah wilayah. Pemadaman bergilir menjadi langkah yang dipilih agar sistem tidak sampai mengalami blackout secara keseluruhan.

“Kami dengan sangat terpaksa dan mohon maaf sekali melakukan pengaturan beban dengan pemadaman listrik,” kata Luddie.

Selain pelanggan rumah tangga, PLN juga melakukan pengurangan beban dari sektor industri. Salah satunya dengan membatasi penggunaan listrik pelanggan tegangan tinggi hingga sekitar 30 persen dari kapasitasnya.

Sejumlah industri juga diminta mengoperasikan pembangkit listrik milik sendiri atau captive power. Daya yang berhasil dikurangi dari sektor industri kemudian dioptimalkan untuk mempertahankan pasokan listrik bagi masyarakat.

Khusus di Bontang, PLN mengatur durasi pemadaman sekitar tiga jam dan berupaya agar pelanggan tidak mengalami pemadaman lebih dari sekali dalam sehari.

Luddie menyebut empat pembangkit yang saat ini bermasalah ditargetkan kembali beroperasi secara bertahap hingga pekan keempat September 2026.

Selain itu, PLN menyiapkan tambahan pembangkit sewa dengan kapasitas sekitar 158 megawatt pada tahap pertama dan 120 megawatt pada tahap kedua.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap sistem kelistrikan sembari menunggu seluruh pembangkit kembali beroperasi.

“Pemadaman itu terpaksa kami jalankan supaya sistem interkoneksi ini tidak blackout,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |