BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemadaman listrik turut berdampak pada produksi dan distribusi air bersih Perumda Tirta Taman atau PDAM Bontang. Hampir seluruh tahapan produksi hingga penyaluran air ke pelanggan membutuhkan pasokan listrik.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman Bontang Suramin, mengatakan listrik dibutuhkan sejak proses pengambilan air baku dari sumur hingga pengolahan dan distribusi.
Air baku yang berasal dari sumur dalam dengan kedalaman rata-rata sekitar 250 meter harus dipompa menggunakan tenaga listrik. Setelah itu, air masuk ke Water Treatment Plant (WTP) untuk melalui proses pengolahan yang juga membutuhkan daya listrik.
Gangguan terjadi ketika pemadaman listrik tidak berlangsung secara bersamaan di fasilitas produksi Perumdam.
Misalnya, ketika listrik di WTP tetap menyala sementara pompa sumur padam, air baku tidak dapat dipasok untuk diolah. Begitu pula sebaliknya, ketika pompa sumur tetap beroperasi tetapi WTP kehilangan pasokan listrik.
“Sumurnya mati, WTP-nya jalan, sama kita enggak produksi. Begitu juga sebaliknya,” terang Suramin saat ditemui, Senin (14/9/2026).
Kondisi tersebut berdampak pada distribusi air kepada pelanggan. Terlebih jika pemadaman terjadi berulang, Perumdam harus kembali menyesuaikan proses produksi dan distribusi setelah pasokan listrik normal.
Suramin mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada PLN. Ia berharap jadwal pemadaman dapat disusun dengan mempertimbangkan fasilitas Perumdam sehingga proses produksi air tidak ikut terganggu.
PDAM Bontang sebenarnya memiliki sejumlah genset sebagai sumber listrik cadangan. Namun, kapasitasnya belum mampu menggantikan seluruh kebutuhan listrik untuk operasional fasilitas produksi, terutama ketika pemadaman berlangsung cukup lama.
“Kami punya genset, tapi kalau untuk memenuhi semua kebutuhan power listrik saat ini juga tidak bisa,” ujarnya.
Di tengah gangguan tersebut, Perumdam tetap menyiapkan mobil tangki bagi pelanggan yang mengalami gangguan distribusi dalam waktu cukup lama. Bantuan air diberikan secara gratis dengan penyaluran yang disesuaikan berdasarkan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.
Suramin mengatakan gangguan distribusi air sejauh ini masih dapat ditangani. Pelanggan yang mengalami gangguan selama beberapa hari menjadi prioritas untuk mendapatkan suplai air menggunakan mobil tangki.
Ia juga meminta pelanggan menyampaikan pengaduan dengan mencantumkan nama, alamat lengkap, serta kendala yang dialami agar petugas dapat segera melakukan penanganan.
“Kalau untuk air, insyaallah jaringan kami tetap berupaya bagaimana siang malam melakukan percepatan penanganan keluhan,” pungkasnya.
Sebelumnya, gangguan pada sejumlah pembangkit membuat pasokan listrik di Bontang kembali mengalami pengurangan. PLN ULP Bontang Kota melakukan penghentian sementara aliran listrik di sejumlah kawasan pada Jumat (11/9/2026).
Pemadaman tersebut diperkirakan berlangsung hingga pukul 16.00 Wita. Namun, waktu penormalan bersifat estimasi dan dapat berubah menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.
Cakupan wilayah terdampak juga cukup luas. Hampir seluruh kawasan dalam jaringan pelayanan PLN ULP Bontang Kota masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami penghentian pasokan listrik.
Manajer ULP PLN Bontang Rendra Alfian Raharjo mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan yang terjadi pada sejumlah pembangkit. PLN kemudian melakukan penyesuaian pasokan untuk menjaga sistem kelistrikan tetap terkendali.
“Penormalan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi sistem dan kesiapan pasokan di lapangan,” kata Rendra. (*)
















































