BONTANGPOST.ID, Bontang – Kemarau panjang membuat Perumda Tirta Taman Kota Bontang menerapkan distribusi air secara bergilir. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan air di sejumlah wilayah menurun dan memicu keluhan pelanggan.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman Kota Bontang, Suramin, mengatakan keterbatasan ketersediaan air menjadi salah satu faktor distribusi belum dapat berjalan normal.
Keluhan pelanggan yang masuk kemudian ditindaklanjuti petugas, baik melalui pengecekan jaringan distribusi maupun pemberian bantuan air menggunakan mobil tangki.
Bantuan tersebut diberikan kepada pelanggan di wilayah yang mengalami tekanan air rendah selama distribusi melalui jaringan belum kembali normal.
“Kami berikan air tangki selama proses distribusi terhambat, tapi memang prosesnya bergilir,” ungkap Suramin.
Ia menjelaskan, pelanggan yang membutuhkan bantuan air tangki diminta menyampaikan laporan melalui formulir pengaduan di kantor Perumdam Tirta Taman. Pengaduan juga dapat disampaikan melalui hotline 0548-23555 atau WhatsApp 0812-5378-7420.
Menurut Suramin, laporan dari pelanggan penting agar petugas dapat mengetahui wilayah yang mengalami gangguan dan melakukan penanganan secara bersamaan, terutama ketika distribusi melalui jaringan sedang terhambat.
Selain gangguan aliran, Perumdam juga menerima laporan terkait kondisi air yang keruh. Petugas telah mendatangi rumah pelanggan untuk melakukan pengecekan.
Saat pemeriksaan dilakukan, aliran air sedang tidak mengalir. Petugas kemudian mengambil sampel air dari bak penampungan pelanggan untuk diperiksa lebih lanjut.
Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan ketika aliran air kembali mengalir pada malam hari.
Suramin memastikan pihaknya terus memantau laporan pelanggan dari berbagai wilayah selama kondisi kemarau berlangsung.
“Kami juga berupaya memantau tiap laporan di tiap wilayah,” pungkasnya.
Sebelumnya, gangguan distribusi air Perumda Tirta Taman kembali dikeluhkan warga di sejumlah wilayah. Keluhan yang disampaikan berbeda-beda, mulai dari aliran air yang sangat kecil hingga air yang mengalir deras tetapi dalam kondisi keruh.
Salah satunya dirasakan warga RT 41 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara. Gangguan aliran air disebut telah berlangsung sekitar sepekan.
Air tidak mengalir pada pagi hari, sementara pada malam hari alirannya hanya keluar dengan tekanan kecil. Kondisi tersebut membuat air tidak mampu mengisi tandon maupun bak mandi warga.
Warga pun terpaksa menampung air menggunakan ember dari keran depan rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua RT 41, Jayadi, mengatakan kondisi tersebut hampir dirasakan warga setiap hari. Pihaknya juga telah menyampaikan pengaduan kepada Perumdam Tirta Taman.
“Kalau di rumah saya ngalirnya di keran depan saja kalau malam. Jadi ember saya tampung, baru saya bawa ke dalam,” ungkapnya saat ditemui, Sabtu (12/9/2026). (*)
















































