BONTANGPOST.ID, Bontang – Duit daerah boleh mengetat, tetapi pembangunan strategis Bontang tak boleh ikut berhenti. Wali Kota Bontang Neni Moernaeni memastikan sejumlah proyek fisik tetap mendapat tempat dalam RAPBD 2027, terutama pembangunan yang menyentuh pelayanan dasar, konektivitas, hingga pengendalian banjir.
Lima agenda fisik menjadi perhatian utama Pemkot Bontang dalam penyusunan anggaran 2027. Di antaranya pembangunan Rumah Sakit Taman Sehat, peningkatan Jalan Kapten Piere Tendean di kawasan Bontang Kuala, penataan trotoar di koridor jalan nasional, perbaikan drainase dan penguatan tebing sungai, serta pembangunan sarana dan prasarana olahraga.
Prioritas tersebut disampaikan Neni dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan atas Raperda APBD 2027, Sabtu (12/9/2026), di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.
Neni mengatakan, keterbatasan fiskal membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan pembangunan. Belanja wajib, pelayanan dasar, serta prioritas nasional dan daerah tetap menjadi perhatian.
“Pada sisi pembangunan fisik, Pemerintah Kota tetap mempertahankan perhatian pada lima agenda utama,” kata Neni.
Rumah Sakit Taman Sehat menjadi salah satu prioritas untuk memperkuat akses dan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara peningkatan Jalan Kapten Piere Tendean diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas kawasan Bontang Kuala.
Trotoar di koridor jalan nasional juga menjadi perhatian. Penataan tersebut diharapkan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki sekaligus memperbaiki kualitas ruang kota.
Untuk persoalan banjir, Pemkot Bontang tetap mengarahkan pembangunan pada perbaikan saluran drainase serta penguatan tebing sungai. Penanganan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir secara bertahap dan berkelanjutan.
Sektor olahraga juga tetap mendapat ruang melalui pembangunan sarana dan prasarana olahraga yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pelayanan publik.
Neni menegaskan, lima agenda tersebut berjalan beriringan dengan upaya pemerintah melakukan efisiensi. Artinya, penghematan tidak otomatis menghapus seluruh agenda pembangunan.
“Yang berubah adalah cara kita menentukan prioritas dan cara kita menggunakan anggaran,” ucapnya.
Selain proyek fisik, pemerintah tetap menjalankan tujuh program unggulan daerah, yakni Bontang Sehat untuk Semua, Bontang Pintar, Gerakan Ekonomi Bontang, Digitalisasi Pelayanan, Menata Bontang, Komitmen Bontang, dan Inovasi Bontang.
Ketujuh program tersebut akan dilaksanakan melalui program dan kegiatan OPD sesuai kemampuan fiskal serta tingkat prioritas.
Dengan skema itu, Pemkot Bontang ingin memastikan APBD 2027 tetap memiliki arah pembangunan yang jelas meski kemampuan keuangan daerah tidak lagi seleluasa tahun sebelumnya. (ak)













































