BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi berulang di Kota Bontang membuat DPRD mempertanyakan optimalisasi pembangkit yang tersedia di daerah tersebut.
Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam menilai keberadaan pembangkit seperti GPK dan PLTD semestinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber cadangan ketika sistem utama mengalami gangguan.
Persoalan tersebut akan dibahas DPRD bersama PLN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan berlangsung Selasa (15/9/2026) di Kantor DPRD Bontang.
Rustam mengatakan DPRD ingin memperoleh penjelasan mengenai kondisi pasokan listrik di Bontang, termasuk alasan pemadaman masih terjadi ketika sejumlah pembangkit di daerah ini dinilai dapat mendukung kebutuhan listrik.
“Kenapa harus kita kekurangan daya sementara kita punya GPK, kita punya PLTD, tapi masih juga terjadi pemadaman seperti begini? Ini yang saya enggak habis pikir,” kata Rustam.
Menurutnya, gangguan ataupun pemeliharaan pembangkit memang dapat memengaruhi pasokan listrik. Namun, sistem kelistrikan seharusnya memiliki skema cadangan agar dampak gangguan terhadap pelanggan dapat ditekan.
Ia juga mempertanyakan apakah pembangkit yang ada di Bontang sudah dimanfaatkan secara optimal ketika terjadi gangguan.
“Pemadaman dari atas kan tidak selalu mati. Masih ada yang hidup. Kenapa enggak bisa di-backup dengan GPK? Kenapa enggak bisa di-backup dengan PLTD kita?” ujarnya.
Rustam menilai persoalan tersebut perlu segera dibahas karena listrik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat dan dunia usaha. Pemadaman berulang dapat mengganggu aktivitas ekonomi, operasional usaha, hingga kegiatan masyarakat.
Selain mengoptimalkan pembangkit yang sudah tersedia, ia mendorong pembahasan mengenai kemungkinan kerja sama dengan perusahaan yang memiliki sumber pembangkitan listrik di Bontang.
Rustam menyebut Badak NGL dan Pupuk Kaltim sebagai pihak yang dapat diajak berdiskusi apabila pemanfaatan pasokan listrik secara bersama memungkinkan dari sisi teknis dan regulasi.
“Kalau memang bisa kerja sama, kerja sama dengan PT Badak, ambil juga listriknya sebagian. Pupuk Kaltim juga. Supaya di Kota Bontang ini tidak terjadi gelap,” tuturnya.
Politikus Golkar tersebut menilai Bontang sebagai kota industri semestinya memiliki keandalan pasokan listrik yang lebih baik. Potensi sumber energi yang tersedia perlu dipetakan dan dioptimalkan untuk mengantisipasi gangguan maupun kondisi darurat.
Menurut dia, persoalan listrik tidak cukup diselesaikan dengan mengatur jadwal pemadaman. Diperlukan langkah teknis untuk memastikan pasokan tetap tersedia ketika salah satu sumber mengalami gangguan atau pemeliharaan.
Karena itu, pemanggilan PLN pada Selasa diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab pemadaman, kondisi daya yang tersedia, serta kemampuan pembangkit di Bontang sebagai sumber cadangan.
“Ini akan kita pertanyakan nanti kepada PLN di saat RDP. Kita ingin tahu solusi-solusi apa yang harus kita ambil,” pungkas Rustam. (ak)












































