BONTANGPOST.ID, BONTANG – Aksi pencurian kembali menyasar lingkungan sekolah di Kota Bontang. Kali ini, sebuah mesin las milik SMK Swasta Maritim Indonesia di Jalan Lumba-Lumba RT 27, Kelurahan Tanjung Laut Indah, dilaporkan hilang.
Hilangnya peralatan praktik tersebut baru diketahui sekitar sepekan lalu, tepatnya pada Sabtu (4/7/2026), saat para guru hendak mengecek fasilitas pembelajaran di Laboratorium Nautika Kapal Niaga.
Guru PPKN SMK Swasta Maritim Indonesia, Reni Fitriana, mengatakan mesin las itu sebelumnya disimpan di laboratorium yang berada tepat di samping ruang guru.
Kecurigaan muncul ketika pintu laboratorium dibuka. Meski dalam kondisi tertutup, pintu ternyata tidak terkunci. Saat dilakukan pemeriksaan, mesin las yang biasa digunakan siswa untuk praktik sudah tidak berada di tempat.
“Pintunya pas kami buka keadaannya sudah tidak terkunci, hanya tertutup saja. Pas kami cek, mesin lasnya sudah hilang,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Reni, mesin las tersebut merupakan fasilitas baru yang dibeli menggunakan anggaran sekolah. Peralatan itu digunakan untuk kegiatan pembelajaran hingga ujian praktik siswa.
Akibat pencurian tersebut, pihak sekolah ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp2 juta.
Namun, peristiwa ini bukan kali pertama. Reni mengungkapkan, lingkungan sekolah sebelumnya juga pernah menjadi sasaran pencurian.
Pada Ramadan 2025 lalu, dua unit mesin generator milik sekolah turut raib diduga dicuri. Nilai kerugian saat itu diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
“Ini sudah yang kedua kalinya. Tahun lalu dua generator juga hilang,” katanya.
Reni menduga minimnya sistem pengamanan menjadi salah satu faktor yang membuat sekolah kerap menjadi target pencurian. Hingga saat ini, sekolah belum memiliki petugas penjaga malam.
Meski telah membeli perangkat kamera pengawas (CCTV), peralatan tersebut hingga kini belum sempat dipasang.
Sebagai langkah antisipasi pascakejadian sebelumnya, pihak sekolah telah memasang teralis besi di setiap jendela ruang kelas maupun laboratorium. Selain itu, sejumlah peralatan praktik juga dipindahkan ke ruangan yang dinilai lebih aman.
“Kami juga sudah memindahkan alat praktik ke ruangan yang lebih aman, dengan pintu yang menggunakan teralis besi,” pungkasnya. (*)















































