Dinkes Bontang Luncurkan Peta Digital DBD, Warga Kini Bisa Pantau Sebaran Kasus Per RT

1 month ago 93

BONTANGPOST.ID, Bontang – Masyarakat Kota Bontang kini dapat memantau penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga tingkat RT melalui platform digital yang disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang.

Platform bernama Begawai (Bersatu Cegah DBD dengan Inovasi Nyamuk Berwolbachia) itu menyajikan berbagai informasi terkait perkembangan DBD, mulai dari jumlah kasus, lokasi penyebaran, hingga data pasien berdasarkan kelompok usia.

Penanggung Jawab Program DBD Dinkes Bontang, Siti Rahimah, mengatakan platform tersebut dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi mengenai kondisi DBD di Kota Taman.

“Bahkan peta yang ada di situs bisa membaca lokasi berdasarkan RT. Ini merupakan bentuk inovasi dari kami,” ujarnya.

Melalui peta digital tersebut, masyarakat dapat melihat lokasi penyebaran kasus positif DBD yang telah dipetakan mulai dari tingkat kelurahan hingga RT. Selain itu, tersedia pula data perkembangan kasus dari minggu ke minggu sebagai bahan pemantauan bagi masyarakat, tenaga kesehatan, maupun media.

Berdasarkan data Dinkes Bontang, selama Juni 2026 tercatat lima kasus positif DBD yang tersebar di tiga kelurahan. Dua kasus ditemukan di Kelurahan Loktuan, dua kasus di Tanjung Laut, dan satu kasus di Berebas Tengah.

Meski demikian, selama periode yang sama Dinkes menerima 32 notifikasi dengue yang kemudian dilakukan penelusuran lebih lanjut.

“Dari lima kasus itu, tiga dialami anak usia 1 sampai 4 tahun. Kemudian satu kasus pada kelompok usia 5 sampai 14 tahun dan satu kasus pada kelompok usia 15 sampai 44 tahun,” jelas Siti.

Ia menyebut jumlah kasus DBD pada Juni tahun ini tergolong lebih rendah dibandingkan periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada Juni 2020 tercatat 10 kasus, sedangkan jumlah tertinggi terjadi pada Juni 2021 dengan total 57 kasus.

“Kalau kasus terbanyak di Juni itu pada 2021 lalu dengan 57 kasus,” katanya.

Meski tren kasus menunjukkan penurunan, Dinkes tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Warga diminta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Masyarakat juga dianjurkan menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air dan rutin membersihkan wadah yang berpotensi menjadi sarang jentik, seperti vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum penampungan air.

Dinkes menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama dalam pencegahan DBD karena hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak mampu menghilangkan jentik. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran DBD di Kota Bontang. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |