BONTANGPOST.ID – Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi perhatian publik. Sorotan muncul setelah kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapat pengamanan personel TNI sejak Rabu (8/7/2026).
TNI menjelaskan pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan Kejaksaan Agung sesuai ketentuan yang mengatur perlindungan terhadap jaksa dalam menjalankan tugas. Pengamanan itu juga dipastikan tidak berkaitan dengan isu lain yang tengah berkembang.
Di waktu yang hampir bersamaan, tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi dalam penyidikan dugaan korupsi yang melibatkan PT PLN (Persero), PT ASABRI (Persero), dan PT Krakatau Steel. Meski berlangsung dalam periode yang sama, aparat menegaskan kedua peristiwa tersebut tidak saling berkaitan.
Terlepas dari polemik tersebut, Febrie dikenal sebagai salah satu jaksa yang menangani sejumlah perkara korupsi besar di Indonesia. Berikut beberapa kasus yang pernah berada di bawah penanganannya.
1. Korupsi PT Asuransi Jiwasraya
Febrie terlibat dalam pengusutan kasus korupsi pengelolaan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp16,8 triliun. Perkara ini menyeret sejumlah mantan petinggi perusahaan hingga dijatuhi hukuman pidana.
2. Korupsi PT ASABRI
Ia juga menangani perkara dugaan korupsi pengelolaan dana investasi PT ASABRI dengan nilai kerugian negara sekitar Rp22,7 triliun. Kasus ini melibatkan sejumlah mantan pejabat perusahaan dan beberapa purnawirawan TNI.
3. Korupsi Kredit PT Bank Tabungan Negara (BTN)
Kasus pemberian fasilitas kredit di PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp279,6 miliar juga menjadi bagian dari penanganan Jampidsus. Dalam perkara tersebut, mantan Direktur Utama BTN dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara karena menerima gratifikasi.
4. Kasus Gratifikasi Jaksa Pinangki
Febrie turut menangani perkara gratifikasi yang menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait penerimaan uang dari buronan Djoko Tjandra. Kasus ini sempat menjadi perhatian nasional karena melibatkan aparat penegak hukum.
5. Korupsi Proyek BTS 4G Kominfo
Dalam perkara pengadaan Base Transceiver Station (BTS) 4G di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Febrie ikut memimpin proses penyidikan. Kasus yang menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp8 triliun itu berujung pada pemidanaan sejumlah terdakwa, termasuk mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.
6. Korupsi Tata Niaga PT Timah
Nama Febrie kembali menjadi sorotan saat memimpin penyidikan dugaan korupsi tata niaga timah yang disebut sebagai salah satu kasus korupsi terbesar di Indonesia.
Perkara tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian negara dan kerusakan lingkungan hingga sekitar Rp300 triliun. Puluhan tersangka telah ditetapkan dalam kasus ini, termasuk pengusaha Harvey Moeis.
Selain menangani sejumlah perkara besar, perjalanan karier Febrie Adriansyah juga tak lepas dari sorotan publik. Beberapa pihak pernah mempertanyakan laporan harta kekayaannya dan melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski demikian, hingga kini Febrie masih menjabat sebagai Jampidsus Kejaksaan Agung dan memimpin penanganan berbagai perkara tindak pidana khusus di tingkat nasional. (KP)

















































