BONTANGPOST.ID, Bontang – Kualitas udara di Kota Bontang perlu tetap menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan pemantauan IQAir pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 16.00, indeks kualitas udara (AQI) Bontang berada di angka 51 atau masuk kategori Moderate.
Saat itu, polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi 9,2 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut tercatat sekitar 1,8 kali lebih tinggi dibanding pedoman tahunan kualitas udara dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh kelompok sensitif. Paparan partikulat PM2.5 dapat memengaruhi saluran pernapasan sehingga masyarakat dianjurkan memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, mengatakan hingga saat ini belum terlihat peningkatan signifikan jumlah pasien yang dirawat akibat gangguan pernapasan yang berkaitan dengan paparan udara.
“Kalau pemantauan kami di RSUD, tidak ada pelonjakan pasien yang dirawat karena masalah infeksi napas,” ujarnya.
Meski demikian, Suhardi mengingatkan masyarakat tetap berhati-hati. Kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu, bergantung pada cuaca, lingkungan, maupun paparan polutan.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker. Aktivitas di luar juga dapat dikurangi apabila tidak mendesak, khususnya ketika kualitas udara memburuk.
“ISPA biasanya infeksi saluran napas atas. Itu yang paling banyak,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap kabut atau udara berkabut pada pagi hari sebagai kondisi yang selalu normal. Warga dapat memantau indeks kualitas udara secara berkala sebagai langkah antisipasi.
Sementara itu, kondisi udara Bontang pada waktu pemantauan berada di sekitar 30 derajat Celsius dengan kelembapan 77 persen dan kecepatan angin sekitar 27 kilometer per jam.
Kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki kondisi tertentu pada saluran pernapasan, disarankan lebih memperhatikan kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara menurun.
Suhardi memastikan RSUD Taman Husada Bontang siap menangani apabila nantinya terjadi peningkatan pasien yang berkaitan dengan paparan udara.
“Kami sebagai RSUD siap kalau nanti ada lonjakan pasien yang memang terkait paparan udara yang tidak sehat,” katanya.
Meski begitu, masyarakat diimbau tidak panik. Kewaspadaan dapat dilakukan dengan memantau kualitas udara, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas luar ketika diperlukan, serta menjaga kondisi tubuh tetap fit. (*)

















































