Kepungan Api Karhutla Ancam Orangutan Samboja, Tim Gabungan Pacu Waktu Selamatkan Satwa

5 hours ago 7

BONTANGPOST.ID, Samboja Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kawasan rehabilitasi orangutan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (1/9/2026).

Api yang awalnya muncul di Area Penggunaan Lain (APL) bergerak cepat hingga mendekati kawasan Sekolah Hutan, tempat rehabilitasi orangutan yatim piatu.

Kondisi tersebut membuat tim gabungan mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi 11 individu orangutan dari kawasan seluas sekitar 130 hektare tersebut.

Proses evakuasi dilakukan Yayasan Jejak Pulang bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Manggala Agni, dan Wildlife Rescue Unit (WRU).

Dalam waktu kurang dari dua jam, seluruh orangutan berhasil dipindahkan ke kandang evakuasi di KM 38 Samboja.

General Manager Yayasan Jejak Pulang, Rahmat Novirsal, mengatakan api pertama kali terdeteksi di kawasan APL sekitar pukul 12.30 WITA.

Sebelumnya, patroli rutin yang dilakukan tiga kali sehari belum menemukan adanya ancaman langsung terhadap kawasan rehabilitasi orangutan.

“Pagi itu belum ada informasi yang mengancam. Kita selalu melakukan patroli tiga kali sehari. Baru sekitar jam setengah satu mulai terlihat ada kebakaran di area APL,” kata Rahmat, Jumat (4/9/2026).

Sekitar pukul 14.00 WITA, tim internal mulai melakukan mitigasi untuk menghambat laju api agar tidak menjalar ke kawasan Sekolah Hutan. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala akibat angin yang bertiup kencang.

Situasi semakin mengkhawatirkan sekitar pukul 16.00 WITA. Api berhasil melompati batas APL dan masuk ke kawasan KHDTK Samboja.

Status darurat pun langsung diaktifkan. Tim kemudian memutuskan melakukan evakuasi terhadap seluruh orangutan yang berada di Sekolah Hutan.

“Karena sangat membahayakan dan angin semakin kencang, perintah dari pimpinan Jejak Pulang dan penanggung jawab orangutan adalah evakuasi satwa segera,” ujarnya.

Tim Departemen Orangutan kemudian mengarahkan 11 individu orangutan keluar dari kawasan Sekolah Hutan melalui jalur yang telah disiapkan.

Satwa tersebut selanjutnya dibawa menuju kandang karantina atau kandang evakuasi di KM 38 Samboja.

Di saat yang sama, Manggala Agni bersama tim pemadam gabungan berupaya mengendalikan kobaran api yang terus bergerak. Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WITA dan api akhirnya berhasil ditangani.

Rahmat mengatakan keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil dari kesiapsiagaan yang telah dibangun sejak beberapa bulan sebelumnya.

Menurutnya, Yayasan Jejak Pulang mulai memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak sejak Juni sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang.

“Kesiapsiagaan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak bulan Juni. Sejak 16 Juni kita sudah berkolaborasi untuk mengantisipasi karena El Nino diperkirakan berlangsung panjang. Terbukti, saat situasi darurat terjadi, kita bisa melakukannya,” katanya. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |