Dampak Karhutla Kemana-mana, Dua Destinasi Wisata di Berau Ditutup Sementara

22 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Berau – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai merambah sektor pariwisata. Di Kabupaten Berau, dua destinasi wisata ditutup sementara karena kondisi dinilai berisiko bagi keselamatan pengunjung.

Dua destinasi yang ditutup yakni Air Terjun Tembalang dan Bukit Mincau di Kecamatan Segah. Penutupan mulai diberlakukan sejak Senin (31/8/2026).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan penutupan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat kondisi karhutla di wilayah tersebut.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin mengambil risiko dengan tetap membuka destinasi wisata ketika situasi di lapangan belum sepenuhnya aman.

“Kalau kondisinya memang tidak memungkinkan, tentu tidak bisa kita tetap membuka sebagaimana mestinya. Penutupan ini adalah langkah terbaik demi menjaga keamanan, keselamatan, sekaligus menyelamatkan destinasi wisata itu sendiri,” ujarnya.

Yudha menegaskan, penutupan tersebut bersifat sementara. Disbudpar Berau akan melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi di lapangan setiap pekan.

Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah destinasi wisata masih perlu ditutup atau sudah memungkinkan kembali menerima wisatawan.

“Untuk waktunya, kita pantau setiap pekan, karena kondisi kedaruratan ini juga dipantau setiap minggu. Kalau minggu ini situasi sudah membaik, tentu kita harapkan bisa kembali normal,” jelasnya.

Selain Air Terjun Tembalang dan Bukit Mincau, Disbudpar Berau juga membuka kemungkinan menutup sementara destinasi wisata lainnya apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya risiko terhadap keselamatan wisatawan maupun pengelola.

Saat ini, koordinasi dengan para pengelola destinasi wisata terus dilakukan untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi di masing-masing lokasi.

“Kami akan koordinasikan dengan teman-teman pengelola untuk menyampaikan kondisi terkini di destinasinya masing-masing. Jika memang perlu penyelamatan, kita berikan imbauan untuk ditutup sementara,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menilai penutupan destinasi wisata yang terdampak atau berpotensi terdampak karhutla merupakan langkah tepat.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat meminimalkan potensi kejadian yang tidak diinginkan, terlebih Kecamatan Segah menjadi salah satu wilayah yang memiliki titik panas di Kabupaten Berau.

“Iya memang perlu ada penyesuaian, terkait dengan penutupan seperti di objek wisata yang berpotensi terjadi karhutla,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, penutupan sementara destinasi wisata dinilai menjadi langkah antisipasi hingga situasi di lapangan kembali aman bagi wisatawan dan pengelola. (prokal)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |