Jalan Nasional Kubar–Mahulu Rusak Parah, Akses Logistik dan Warga Terhambat

19 hours ago 7

BONTANGPOST.ID – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyoroti kerusakan parah ruas jalan nasional yang menghubungkan Kutai Barat (Kubar) hingga Mahakam Ulu (Mahulu). Kondisi tersebut dinilai telah menghambat aktivitas masyarakat sekaligus mengganggu distribusi logistik dan perekonomian wilayah pedalaman Kaltim.

Sorotan itu disampaikan Rudy saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Muara Lawa, Kampung Dingin, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (8/1) pagi. Di lokasi, Gubernur menyaksikan langsung antrean kendaraan logistik yang mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang rusak berat.

“Itu jalan nasional, tetapi hampir seluruh ruas yang kami lalui dari Kubar menuju Kebong hingga akses ke Mahulu rusak parah. Aktivitas masyarakat terhambat, distribusi barang dan jasa terganggu, bahkan membahayakan keselamatan,” ujar Rudy.

Ia mengungkapkan, banyak kendaraan pengangkut kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak mengalami kerusakan serius, mulai dari gardan patah hingga kendaraan mogok dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama warga Mahakam Ulu yang merupakan salah satu wilayah paling pedalaman di Kalimantan Timur.

“Hampir semua kendaraan logistik yang kami temui bermasalah. Ini berdampak langsung pada distribusi BBM, sembako, dan kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Rudy pun meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera mengambil langkah cepat dengan melakukan penanganan darurat. Menurutnya, perbaikan sementara harus segera dilakukan agar jalan kembali bisa dilalui dengan aman.

“Paling tidak segera dibereskan agar masyarakat bisa beraktivitas dan distribusi logistik tidak terhambat. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyinggung persoalan kendaraan over dimension over load (ODOL) yang kerap melintasi jalur tersebut. Ia mengimbau perusahaan agar menyesuaikan kapasitas angkutan dengan kelas jalan yang tersedia. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |