Gunung Telihan Catat Kasus DBD Terbanyak di Bontang, Warga Diminta Waspada

1 day ago 14

BONTANGPOST.ID, Bontang Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi perhatian di Kota Bontang. Sepanjang Agustus 2026, tercatat 15 kasus positif DBD yang tersebar di delapan kelurahan.

Penanggung Jawab DBD Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang Siti Rahimah mengatakan, kasus terbanyak ditemukan di Kelurahan Gunung Telihan dengan enam kasus.

“Terbanyak di Kelurahan Gunung Telihan dengan enam kasus,” kata Imah, Selasa (1/9/2026).

Kasus selanjutnya ditemukan di Kelurahan Satimpo dan Tanjung Laut Indah dengan masing-masing dua kasus. Sementara di Tanjung Laut tercatat satu kasus dengue dengan warning sign dan satu kasus positif DBD.

Sedangkan masing-masing satu kasus ditemukan di Kelurahan Api-Api, Belimbing, Berebas Tengah, dan Bontang Baru.

Berdasarkan kelompok usia, kasus DBD paling banyak terjadi pada rentang usia 5-14 tahun dengan enam kasus. Selanjutnya, lima kasus ditemukan pada kelompok usia 1-4 tahun, dua kasus pada usia 15-44 tahun, dan dua kasus pada usia di atas 44 tahun.

“Total kasus dari awal tahun mencapai 139, dengan satu kasus berujung kematian,” ujarnya.

Jumlah kasus DBD pada Agustus 2026 ini tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 19 kasus. Meski mengalami penurunan, warga tetap diminta tidak lengah.

Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama tempat yang berpotensi menjadi penampungan air dan lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Warga juga diminta menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, bubuk abate dapat digunakan pada tempat penampungan air yang sesuai. Warga juga perlu memperhatikan wadah-wadah kecil seperti vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.

Menurutnya, fogging bukan solusi utama dalam memberantas DBD. Pengasapan hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tetap dapat berkembang biak.

Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M dinilai menjadi langkah penting untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |