Naik Dua Bulan Berturut-turut, Kasus ISPA Bontang Capai 1.880 Kasus

1 day ago 12

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Bontang kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan selama lima bulan pertama 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, terdapat 2.493 kasus ISPA pada Januari. Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 2.105 kasus pada Februari dan kembali berkurang menjadi 1.872 kasus pada Maret.

Tren penurunan berlanjut pada April dengan 1.845 kasus. Pada Mei, kasus ISPA kembali turun menjadi 1.587 kasus, sekaligus menjadi angka terendah sepanjang periode Januari-Juli 2026.

Namun, kondisi tersebut mulai berubah pada Juni. Dinkes mencatat 1.857 kasus ISPA atau meningkat 270 kasus dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan kembali terjadi pada Juli, meski tidak sebesar sebelumnya. Jumlah kasus tercatat sebanyak 1.880 atau bertambah 23 kasus dibandingkan Juni.

Kepala Dinkes Kota Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, peningkatan kasus ISPA belum dapat dikaitkan secara langsung dengan satu faktor tertentu.

Menurutnya, gangguan pernapasan dapat dipengaruhi berbagai kondisi, di antaranya perubahan cuaca, paparan debu, hingga penularan virus yang terjadi di masyarakat.

“Data yang ada belum bisa digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara langsung antara karhutla regional dengan peningkatan kasus ISPA di Bontang,” kata Toetoek.

Berdasarkan kelompok usia, kasus ISPA pada Juli paling banyak ditemukan pada kelompok dewasa dengan 867 kasus. Selanjutnya, balita sebanyak 443 kasus, anak-anak 256 kasus, remaja 207 kasus, dan lansia 107 kasus.

Meski kelompok dewasa mencatat jumlah kasus tertinggi, Dinkes tetap meminta perhatian terhadap kelompok rentan, khususnya balita dan lansia.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara mulai berasap atau kualitas udara menurun. Penggunaan masker dianjurkan bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.

Sementara itu, Dinkes menyebut kondisi udara di Bontang sejauh ini belum menunjukkan dampak buruk yang signifikan akibat kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lintas wilayah.

Pemantauan tetap dilakukan mengingat arah angin dan kondisi lingkungan dapat berubah sewaktu-waktu.

Dinkes mengingatkan masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan yang semakin berat.

“Terutama ketika muncul sesak napas berat, napas sangat cepat, nyeri hebat di dada atau kondisi tubuh melemah,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |