BONTANGPOST.ID, Bontang – Data pekerja yang terlibat dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang hingga kini belum tercatat di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja (Lattas dan Penta) Disnaker Kota Bontang, Takdir Mannang, mengatakan pihaknya belum menerima data pekerja dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Bontang.
Data tersebut mencakup berbagai posisi, mulai dari juru masak, petugas pencuci ompreng, sopir, hingga pekerja lainnya yang terlibat dalam operasional dapur.
Menurut Takdir, meski sebagian pekerja disebut berstatus relawan dan pekerjaannya cenderung bersifat musiman, mereka tetap perlu masuk dalam pendataan ketenagakerjaan apabila menerima upah.
“Yang namanya orang bekerja dan dapat upah, ya harus terdata dan melapor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendataan pekerja juga berkaitan dengan pencatatan angka pengangguran di Bontang. Sebab, tidak semua warga yang telah mendapatkan pekerjaan melaporkan perubahan status tersebut kepada Disnaker.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Disnaker. Ke depan, pihaknya berencana mendatangi dapur-dapur SPPG untuk melakukan pendataan secara langsung.
Takdir menegaskan, hingga saat ini belum ada data pekerja MBG yang disampaikan kepada Disnaker Bontang.
“Belum ada menyampaikan ke kami terkait data yang sekarang ini. Sampai pekerja berapa pun, dari juru masak, sopir, itu enggak ada,” terangnya.
Selain pendataan, Takdir juga menyinggung mekanisme rekrutmen tenaga kerja di SPPG. Ia mengaku pernah mengetahui adanya pembukaan lowongan, tetapi informasi yang diterimanya saat itu berkaitan dengan tenaga gizi.
Sementara untuk tenaga relawan yang bekerja di dapur MBG, Takdir mengaku belum mengetahui adanya proses rekrutmen yang disampaikan kepada Disnaker.
Menurutnya, status sebagai relawan tidak serta-merta menghilangkan kewajiban pendataan apabila pekerja tersebut menerima upah atas pekerjaan yang dilakukan.
“Dan itu semestinya harus ada karena mereka menerima upah per hari. Upahnya pun setara dengan UMK kita,” katanya.
Sementara itu, Bontang Post masih berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala SPPG Regional Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, terkait belum adanya data pekerja yang disampaikan kepada Disnaker.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi belum diperoleh. Nomor WhatsApp wartawan masih dalam kondisi diblokir.
Upaya konfirmasi juga dilakukan dengan mendatangi Dapur SPPG Bontang Utara 04 di Perumahan Halal Square, yang diketahui menjadi salah satu dapur yang kerap dikunjungi Surya. Namun, Surya tidak berada di lokasi saat wartawan datang.
Kepala Dapur SPPG Bontang Utara 04, Ahmad Nur Faizi, mengatakan pihaknya akan menyampaikan masukan tersebut kepada pimpinan regional.
Ia menjelaskan, perekrutan pekerja di dapurnya selama ini mengikuti petunjuk teknis (juknis), dengan komposisi 30 persen warga sekitar dapur dan 70 persen berasal dari luar wilayah.
“Kami akan sampaikan ke pimpinan kami masukan ini dan data yang ada nantinya kami juga akan sampaikan ke Disnaker,” pungkasnya. (*)


















































