Wali Kota Bontang Ajak Kader Posyandu Lebih Aktif dan Inovatif di Era Digital

2 weeks ago 33

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan menggelar Gerakan Posyandu Aktif dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kanaan, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Kepala Dinas Kesehatan Bahtiar Mabe, Ketua Tim Pembina Posyandu Nur Kalbi, serta perwakilan TP-PKK, Dinas Sosial dan PM, Bapperida, DP3AKB, camat, lurah, kepala puskesmas, dan ratusan kader posyandu se-Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni memberikan motivasi kepada para kader untuk terus bersemangat meningkatkan kualitas layanan. Ia menekankan bahwa posyandu aktif harus memenuhi empat indikator yakni buka minimal delapan kali setahun, memiliki lebih dari lima kader aktif, memberikan pelayanan sesuai siklus hidup, dan menerapkan pelayanan berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Kader posyandu adalah ujung tombak kesehatan masyarakat. Mereka bukan sekadar relawan, tapi pejuang yang berperan langsung menurunkan angka stunting, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta membangun kesadaran hidup sehat,” ujar Neni.

“Semangat kader harus terus terjaga sehingga Posyandu Bontang semakin aktif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat, terutama di era digital ini,” tambahnya.

Ia juga mengumumkan capaian penting bahwa angka kematian ibu di Kota Bontang tahun ini tercatat nol kasus (zero maternal death). Jika kondisi ini bertahan tiga tahun berturut-turut, Bontang berpeluang menjadi salah satu kota terbaik di Indonesia dalam penanganan kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Pelatihan Digital 25 Keterampilan Kader Posyandu. Sebanyak 60 kader mengikuti tahap pertama pelatihan berbasis Learning Management System (LMS) dari Kementerian Kesehatan. Dari total 915 kader aktif, sisanya akan mengikuti pelatihan tatap muka pada Desember mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Bahtiar Mabe menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat peran posyandu sebagai pusat layanan masyarakat berbasis enam bidang SPM. Ia juga menyampaikan bahwa penimbangan balita di seluruh kelurahan telah mencapai 100%, sementara angka stunting menurun menjadi 16,34% dengan Puskesmas Bontang Barat mencatat angka terendah sebesar 12%.

Ketua Tim Pembina Posyandu, Nur Kalbi, menegaskan peran kader kini lebih luas, tidak hanya di bidang kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, perumahan, pekerjaan umum, dan ketertiban umum.

“Posyandu harus menjadi pusat layanan terpadu yang mendukung visi Bontang sebagai kota industri yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada tiga kader berprestasi, penyematan pin kecakapan kader oleh wali kota, serta foto bersama seluruh peserta. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |