Uji Coba Parkir Nontunai di Pasar Bontang Tuai Pro-Kontra, Warga Minta Tunai Tetap Ada

11 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana Pemerintah Kota Bontang menerapkan uji coba sistem parkir non tunai (e-money) di tiga pasar utama mulai April 2026 menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Sejumlah pengunjung menilai kebijakan ini sebagai langkah maju. Namun, mereka berharap sistem pembayaran tunai tetap disediakan, setidaknya selama masa transisi.

Selvi, salah satu pengunjung Pasar Taman Rawa Indah, mengaku mendukung penerapan sistem non tunai. Meski begitu, ia menilai penerapan penuh berpotensi menyulitkan sebagian masyarakat, terutama kalangan lanjut usia (lansia).

“Kalau ada sistem non tunai bagus, tapi harus tetap ada sistem tunai. Tidak semua pengunjung paham teknologi, apalagi kadang orang ke pasar hanya bawa uang tunai, tidak bawa handphone,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Hal senada disampaikan Muhammad Fudally (25), warga Gunung Elai. Ia menilai mayoritas pengunjung pasar tidak hanya dari kalangan muda, tetapi juga banyak orang tua yang belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

“Kalau ada panduan atau aplikasi mungkin bisa membantu. Tapi kalau langsung diterapkan tanpa sosialisasi yang maksimal, pasti tidak efektif,” ungkapnya.

Kekhawatiran juga datang dari kalangan pedagang. Muhammad Syukur (45), pedagang ikan di Pasar Rawa Indah, menilai sistem ini berpotensi membuat pengunjung enggan datang ke pasar.

Menurutnya, proses masuk pasar bisa menjadi lebih lama jika seluruh transaksi dilakukan secara non tunai.

“Pasti ribet. Banyak ibu-ibu yang tidak paham cara bayar non tunai, nanti malah malas ke pasar. Kalau tunai kan cepat, langsung masuk,” katanya.

Sementara itu, Marsuna (40), warga Tanjung Laut Indah, mengungkapkan bahwa pedagang sebenarnya telah memiliki kartu akses khusus (kartu kuning) sebagai bypass, sehingga tidak lagi membayar retribusi parkir karena sudah termasuk dalam retribusi lapak.

Ia memahami tujuan pemerintah menerapkan sistem non tunai untuk meningkatkan transparansi dan mencegah kebocoran pendapatan. Namun, ia tetap berharap ada kebijakan yang berpihak pada pengunjung.

“Harus tetap ada dua-duanya, non tunai dan tunai. Jadi pengunjung tidak dipersulit dan punya pilihan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang akan mulai menguji coba sistem parkir non tunai di tiga pasar utama pada April 2026, yakni Pasar Taman Rawa Indah, Pasar Telihan, dan Pasar Citra Mas Loktuan.

Sistem retribusi parkir di ketiga pasar tersebut sebelumnya masih menggunakan metode konvensional berupa tiket dan pembayaran tunai.

Fasilitas portal pintu palang otomatis yang terintegrasi dengan mesin karcis telah dipasang sejak 2025 dengan anggaran sekitar Rp900 juta.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Eko Arisandi, mengatakan penerapan sistem non tunai ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan retribusi parkir serta meningkatkan transparansi pengelolaan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi. Uji coba rencananya berlangsung selama dua bulan, mulai April hingga Mei,” ujarnya. (*) 

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |