Rumah Warga di Berebas Tengah Bontang Ambruk, Balita Selamat dari Reruntuhan

15 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Bontang – Sebuah rumah warga di kawasan pesisir Gang Tipalayo RT 36, Kelurahan Berebas Tengah, ambruk pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut meski seorang balita, yang merupakan cucu pemilik rumah, berada di dalam bangunan saat kejadian.

Minggu (24/5/2026), personel Batalyon Arhanud 7/ABC bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, aparat Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, serta warga sekitar bergotong royong membersihkan puing bangunan yang roboh.

Pemilik rumah, Hatijah (49), menuturkan saat kejadian dirinya sedang berada di luar rumah. Ia baru saja keluar untuk memperbaiki posisi parkir sepeda motor miliknya yang berada di depan rumah, setelah memastikan cucunya tertidur di dalam kamar.

“Kejadiannya tidak sampai hitungan detik. Tiba-tiba bangunan ambruk, sementara cucu saya masih tidur di dalam kamar. Saya langsung panik,” ujarnya.

Beruntung, cucunya berhasil selamat tanpa mengalami luka. Hatijah mengaku bersyukur karena tidak ada anggota keluarganya yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Menurutnya, rumah tersebut sebelumnya pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2024. Namun, kondisi bangunan kini kembali rusak berat dan tidak lagi layak dihuni.

Saat ini Hatijah bersama keluarganya terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Sebagai penjual sayur keliling, ia berharap mendapat bantuan untuk membangun kembali tempat tinggalnya.

“Harapannya ada bantuan perbaikan rumah karena sekarang saya sementara tinggal di rumah keluarga,” katanya.

Lurah Berebas Tengah, Hasmawi, menjelaskan dugaan sementara penyebab ambruknya bangunan berasal dari kerusakan struktur penyangga di bagian bawah rumah. Kondisi tersebut diperparah oleh beban bangunan yang cukup berat.

“Bagian atas rumah menggunakan konstruksi semen dan batako, sedangkan tiang penyangganya dari kayu,” terangnya.

Pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memberikan bantuan kepada korban. Selain melakukan pembersihan lokasi, pemerintah juga menyiapkan tempat tinggal sementara.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pemerintah kota. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penempatan sementara di rusunawa,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |