Bontang Bidik Investasi Besar, Industri Pengalengan Ikan Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru

16 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang bersiap melakukan lompatan besar di sektor ekonomi maritim dengan membidik pembangunan industri manufaktur pengalengan ikan sebagai motor baru penggerak ekonomi daerah.

Langkah strategis ini memanfaatkan potensi melimpah hasil laut di wilayah Selat Makassar yang selama ini menjadi salah satu sumber utama perikanan di Kalimantan Timur.

Pemkot Bontang juga memastikan kesiapan daerah dalam menyambut investor, baik domestik maupun asing, melalui dukungan regulasi dan kemudahan birokrasi.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan pihaknya siap membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan industri hilirisasi perikanan di Bontang.

“Kami siap menyambut karpet merah kepada para calon investor agar masuk ke Kota Bontang melihat potensi industri manufaktur pengalengan ikan menjadi salah satu pilihan berinvestasi di Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.

Berdasarkan kajian DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur bersama DPMPTSP Kota Bontang, terdapat empat faktor utama yang menjadikan Bontang dinilai ideal untuk pengembangan hilirisasi perikanan.

Pertama, keberlanjutan bahan baku karena pasokan komoditas laut tersedia melimpah sepanjang tahun. Kedua, dukungan infrastruktur berupa keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang representatif.

Selain itu, tata ruang wilayah dinilai telah siap menampung kawasan industri manufaktur. Pemerintah daerah juga disebut memiliki regulasi pro-investasi yang memberikan kepastian hukum dan kemudahan usaha.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengatakan kesiapan daerah tidak hanya sebatas konsep, tetapi juga diwujudkan melalui komitmen dalam mengawal investasi dari hulu hingga hilir.

“Kami di DPMPTSP Bontang tidak hanya membuka pintu, tapi juga memastikan kenyamanan berinvestasi. Sektor ketahanan pangan dan perikanan adalah prioritas utama kami,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui Perda Nomor 1 Tahun 2017, pemerintah memberikan kepastian hukum, insentif fiskal, hingga pemangkasan birokrasi perizinan untuk mempercepat proses hilirisasi industri perikanan.

Secara geografis, wilayah laut Bontang mencapai 497,57 kilometer persegi dan menjadi potensi besar bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

Data produksi perikanan di Bontang juga tergolong tinggi. Perikanan tangkap mencapai 20.335,99 ton per tahun dengan melibatkan 3.181 rumah tangga perikanan. Sementara perikanan budidaya mencapai 4.453,04 ton dengan 351 rumah tangga pembudidaya.

Komoditas unggulan didominasi ikan cakalang, tongkol, dan tuna yang dinilai memiliki prospek besar untuk industri pengolahan dan ekspor.

Berdasarkan studi kelayakan teknis dan finansial, rencana pembangunan industri pengalengan ikan cakalang di Bontang dinilai sangat prospektif bagi investor.

Nilai Net Present Value (NPV) proyek pada tahun kelima tercatat mencapai Rp3,3 miliar dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 56,01 persen. Sementara Net Benefit Cost Ratio berada di angka 1,6.

Selain itu, masa pengembalian modal atau Payback Period diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar empat tahun empat bulan.

Pemkot Bontang optimistis langkah hilirisasi ini mampu meningkatkan nilai tambah hasil laut daerah sekaligus memperkuat daya saing produk perikanan Bontang di pasar nasional maupun internasional. (ak)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |