Bontang Siapkan Dua Kawasan Industri Raksasa, Bidik Investor Nasional dan Global

15 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kota Bontang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan investasi strategis di Indonesia Timur. Didukung letak geografis yang strategis, keberadaan industri besar, serta kedekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang kini menawarkan dua kawasan industri unggulan untuk menarik investor domestik maupun global.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengatakan dua kawasan andalan tersebut yakni Kaltim Industrial Estate (KIE) dan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari.

“Kedua kawasan ini disiapkan sebagai pusat pengembangan industri, hilirisasi, logistik, dan investasi berkelanjutan di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Kaltim Industrial Estate (KIE) saat ini menjadi salah satu kawasan industri yang berkembang pesat di Kota Bontang. Kawasan seluas 214,09 hektare itu telah dilengkapi infrastruktur dasar yang terintegrasi untuk menunjang berbagai aktivitas bisnis dan industri.

Sejumlah sektor usaha yang berkembang di kawasan tersebut meliputi pengembangan kawasan industri, produksi ready mix concrete, bisnis properti dan perdagangan, hingga proyek engineering, procurement and construction (EPC).

Menurut Aspian Nur, fleksibilitas sektor usaha di KIE menjadi nilai tambah karena mampu menampung berbagai jenis industri baru.

Selain memiliki akses langsung ke kawasan pelabuhan, KIE juga berada dekat dengan kawasan industri petrokimia, energi, dan manufaktur yang telah lebih dulu berkembang di Bontang.

Kondisi ini dinilai memberikan keuntungan besar bagi investor yang ingin membangun industri hilirisasi maupun industri pendukung lainnya.

Konektivitas kawasan juga dinilai sangat strategis karena terhubung dengan Pelabuhan Lok Tuan, Pelabuhan LNG Badak, serta jalur darat menuju Samarinda dan Balikpapan.

“Ketangguhan operasional di kawasan ini juga didukung pasokan listrik, air bersih, jaringan telekomunikasi, hingga kesiapan tenaga kerja industri yang kompetitif,” katanya.

Sementara itu, Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan industri skala besar di masa depan.

Dengan luas lahan mencapai 1.102 hektare, kawasan tersebut membuka peluang investasi untuk berbagai sektor strategis, mulai dari industri pengolahan dan hilirisasi sumber daya alam, pusat logistik dan pergudangan, hingga pengembangan energi dan industri hijau ramah lingkungan.

Keunggulan utama Bontang Lestari terletak pada posisinya yang berada di wilayah pesisir sehingga memiliki potensi konektivitas kuat dengan jalur distribusi laut.

Hal ini dinilai penting untuk mendukung efisiensi rantai pasok serta memperlancar aktivitas ekspor dan impor.

“Di tengah menyusutnya lahan industri di Indonesia, Bontang Lestari menjadi peluang investasi jangka panjang yang sangat potensial,” ucap Aspian Nur.

Momentum pembangunan IKN juga dinilai menjadi peluang besar bagi Bontang untuk memperkuat perannya sebagai daerah penyangga industri dan logistik di Kalimantan Timur.

Selain itu, kebijakan nasional terkait hilirisasi sumber daya alam dinilai semakin memperbesar peluang masuknya investasi ke daerah.

Aspian Nur optimistis kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, jaminan energi, serta akses pasar domestik dan ekspor akan menjadikan Bontang sebagai salah satu pusat investasi utama di Indonesia Timur dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami berharap promosi Kaltim Industrial Estate dan Kawasan Industri Bontang Lestari mampu menarik minat investor untuk menanamkan modal di berbagai sektor strategis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran investasi baru tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai investasi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing industri Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |