Truk Pengangkut Material Tak Berpenutup Terpal di Samairnda Ditilang, Begini Pengakuan Sopir

2 weeks ago 32

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda menindak tegas pengemudi truk pengangkut material yang tidak menutup muatannya dengan terpal.

Penindakan dilakukan setelah sebuah truk pengangkut batu koral viral di media sosial karena melintas tanpa penutup, hingga sebagian materialnya jatuh ke jalan di kawasan Jalan P. Suryanata, Kecamatan Samarinda Ulu.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, mengatakan penindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat. “Kendaraan yang viral itu sudah kami tindak dengan tilang. Material yang diangkut tidak ditutup terpal, sehingga sebagian tercecer dan mengganggu fungsi jalan,” ujarnya, Rabu (12/11).

Menurut Ismail, pihaknya tidak hanya menindak pelanggaran yang viral, tetapi juga akan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh kendaraan pengangkut material di dalam kota.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan proyek yang melintas di kawasan dalam kota seperti Jalan Slamet Riyadi, agar selalu menutup muatan dengan terpal. Jangan sampai material jatuh ke jalan dan membahayakan pengguna jalan lain,” tegasnya.

Selain pelanggaran tidak menutup terpal, petugas juga menemukan sejumlah kendaraan serupa tidak memiliki surat uji keur. “Rata-rata pelanggar tidak punya keur. Itu akan kami tindaklanjuti lagi, terutama bagi truk yang beroperasi malam hari tanpa memenuhi kelengkapan,” tambah Ismail.

Sebagian besar pelanggaran justru terjadi pada malam. “Kalau siang banyak yang menutup terpal, tapi malam hari justru dibiarkan terbuka. Kejadiannya rata-rata di atas pukul 20.00 Wita. Akibatnya, sebagian material tumpah ke jalan,” katanya.

Sementara itu, Damra Raya, sopir truk yang ditilang, mengakui kesalahannya dan meminta maaf. “Saya minta maaf untuk warga Samarinda. Itu murni kelalaian pribadi saya sebagai sopir. Saya tahu ada aturan untuk menutup muatan dengan terpal, tapi karena capek saya lalai,” ucapnya.

Damra menambahkan, dia hanya bekerja sebagai sopir truk pengangkut material batu koral milik perusahaan. “Saya bukan pemilik, hanya sopir. Biasanya kami beroperasi malam sampai pagi. Saya janji tidak akan mengulangi lagi,” pungkasnya. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |