Tagihan Air Membengkak, PDAM Bontang Klaim Bukan karena Tarif, Tapi Pemakaian Tinggi

13 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Bontang Direktur Perumda Tirta Taman Suramin, menyebut lonjakan tagihan air yang dikeluhkan pelanggan lebih dipengaruhi tingginya pemakaian, bukan semata akibat kenaikan tarif.

Ia menjelaskan, tarif baru mulai diberlakukan untuk periode pemakaian 20 Februari hingga 20 Maret 2026. Secara umum, penggunaan air rumah tangga dinilai masih wajar jika berada di kisaran 20 meter kubik per bulan.

“Normalnya pelanggan menggunakan 20 kubik per bulan. Untuk rumah tangga, itu sudah cukup besar, setara sekitar 100 drum,” ujarnya.

Tarif baru ini telah disosialisasikan sejak awal Januari 2026. Suramin juga memaparkan simulasi perhitungan tagihan berdasarkan pemakaian 20 meter kubik per bulan untuk masing-masing golongan pelanggan.

Untuk Rumah Tangga 1, biaya pemakaian 0–10 kubik sebesar Rp27.500 dan 11–20 kubik Rp47.500. Ditambah biaya administrasi, meter, dan retribusi sampah Rp17.500, total tagihan menjadi Rp92.500 per bulan.

Sementara itu, Rumah Tangga 2 dikenakan biaya Rp36.250 untuk 0–10 kubik dan Rp56.250 untuk 11–20 kubik. Dengan tambahan biaya lainnya Rp17.500, total tagihan mencapai Rp110.000 per bulan.

Adapun Rumah Tangga 3, biaya 0–10 kubik sebesar Rp43.750 dan 11–20 kubik Rp61.250. Setelah ditambah biaya administrasi Rp17.500, total tagihan menjadi Rp122.500 per bulan.

“Kalau dilihat, pembayaran normal ini masih sekitar 4 persen dari pengeluaran berdasarkan UMK Bontang,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa lonjakan tagihan di lapangan umumnya disebabkan penggunaan air yang tidak terkontrol. Berdasarkan survei, ditemukan banyak kasus satu sambungan meter digunakan untuk beberapa unit rumah kontrakan, bahkan hingga 4–10 pintu.

Kondisi tersebut membuat konsumsi air menumpuk pada satu meteran, sehingga masuk ke blok tarif yang lebih tinggi.

Selain itu, kebocoran pipa juga menjadi faktor penyebab tingginya tagihan. “Jika ada lonjakan pemakaian secara tiba-tiba, segera laporkan,” imbaunya.

Suramin menegaskan, satu sambungan rumah tangga idealnya hanya digunakan satu keluarga dengan maksimal empat jiwa. Untuk itu, pihaknya mendorong pemilik rumah sewa memasang meter air terpisah di setiap unit.

Menurutnya, langkah tersebut akan membuat perhitungan lebih transparan sekaligus mencegah pembengkakan tagihan.

“Agar pemakaian lebih terkontrol dan tidak terjadi lonjakan pembayaran,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PDAM telah memberlakukan tarif baru untuk pemakaian air Februari 2026 yang dibayarkan pada Maret. Skema tarif bersifat bertingkat, di mana semakin tinggi pemakaian, semakin mahal harga per kubik.

Kenaikan tagihan air sebelumnya ramai dikeluhkan warga di media sosial. Sejumlah pelanggan mengaku tagihan melonjak hingga berkali lipat, bahkan mencapai jutaan rupiah.

Dari berbagai laporan, lonjakan tersebut umumnya dipicu tingginya konsumsi air. Ada pelanggan yang mencatat pemakaian hingga 181 meter kubik per bulan dengan tagihan sekitar Rp2 juta, sementara lainnya berkisar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |