Rapat TAPD Digelar Besok, Sejumlah Program Bontang Terancam Ditunda

13 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Bontang Pemerintah Kota Bontang akan mengkaji ulang sejumlah program yang direncanakan berjalan pada 2026. Pembahasan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (9/4/2026) besok.

Langkah ini diambil menyusul tekanan fiskal yang dihadapi daerah. Kondisi tersebut dipicu oleh pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat, ketidakpastian dana kurang salur, serta melesetnya proyeksi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang, Syahruddin, mengatakan hingga kini belum ada kepastian program mana saja yang akan ditunda.

“Besok baru dibahas. Kami belum bisa memastikan program apa saja yang akan ditunda,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, penyesuaian anggaran dilakukan agar rencana belanja tetap selaras dengan kondisi keuangan daerah. Saat ini, struktur APBD Bontang berada di kisaran Rp1,9 triliun, namun tertekan akibat melesetnya proyeksi SiLPA.

Ia menegaskan, keputusan final tetap menunggu arahan kepala daerah sebelum ditetapkan secara resmi.

“Ini harus dibicarakan dengan mengacu pada kondisi keuangan daerah. Kami juga masih menunggu arahan kepala daerah,” jelasnya.

Diketahui, pada tahun ini terdapat defisit anggaran sekitar Rp150 miliar. Sejumlah program yang sebelumnya direncanakan berpotensi terdampak penyesuaian.

Beberapa di antaranya yakni pembangunan lapangan mini soccer di Berbas Pantai senilai Rp13,8 miliar, pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP) di Kantor Wali Kota sebesar Rp5 miliar, serta rencana pengadaan mess di Jakarta senilai Rp8 miliar.

Selain itu, tahap awal revitalisasi Waduk Kanaan yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp50 miliar juga terancam tertunda.

Jika diakumulasi, total nilai proyek tersebut mencapai sekitar Rp76,8 miliar. Artinya, masih terdapat selisih sekitar Rp73 miliar yang perlu ditutup melalui kebijakan efisiensi anggaran lainnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni telah memastikan proyek multiyears contract (MYC) revitalisasi Waduk Kanaan batal dilaksanakan tahun ini.

Keputusan tersebut disampaikan saat Musrenbang tingkat kota untuk perencanaan tahun 2027, Selasa (7/4/2026).

“Dengan berat hati proyek multiyears kami batalkan tahun ini. Risikonya besar, sementara anggaran kita tidak mencukupi,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |