BONTANGPOST.ID, Jakarta – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menorehkan capaian gemilang dalam keberlanjutan dengan meraih PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Ini merupakan kali ke-9 berturut-turut Pupuk Kaltim memperoleh penghargaan tertinggi dari pemerintah, yang diberikan kepada perusahaan yang mendukung pengelolaan lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Direktur Utama Gusrizal dalam acara penganugerahan di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Gusrizal menegaskan, capaian ini mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim dalam menjalankan prinsip beyond compliance, yaitu tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mendorong inovasi yang berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. “Capaian ini menunjukkan Pupuk Kaltim melampaui kepatuhan terhadap regulasi dengan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan ini didukung oleh berbagai inovasi unggulan sepanjang 2025, baik dalam aspek sosial, lingkungan, maupun ekonomi karbon. Melalui program PKT BISA (Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi), Pupuk Kaltim mengubah limbah pertanian dan peternakan menjadi biogas sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menerima PROPER Emas ke-9 dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, sebagai pengakuan atas kepemimpinan perusahaan dalam keberlanjutan dan inovasi ramah lingkunganProgram ini mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan energi terbarukan dalam satu kawasan terpadu. Selain itu, program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) menjadi bentuk kontribusi perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pengasuhan anak dan kesejahteraan keluarga di sekitar wilayah operasional.
Di sisi lingkungan, Pupuk Kaltim memperkuat eco-inovasi melalui konsep Road to Zero Waste, yang mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Inisiatif ini mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah yang dikelola.
Keberlanjutan juga diwujudkan melalui penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total mencapai 3,8 MW hingga 2024, serta rencana pembangunan tambahan 2,3 MW pada 2026, termasuk kerja sama pemanfaatan CO₂.
Selain inovasi keberlanjutan, Pupuk Kaltim juga meningkatkan efisiensi operasional melalui revamping Ammonia Pabrik-2, hilirisasi, dan diversifikasi produk, termasuk pengembangan pabrik soda ash. Komitmen perusahaan adalah terus memperkuat program keberlanjutan melalui inovasi sosial, eco-inovasi, dan pengembangan energi terbarukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
PROPER merupakan program penilaian dan penghargaan dari pemerintah melalui KLH/BPLH untuk mengukur kepatuhan, kinerja, dan inovasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan serta dampaknya terhadap masyarakat. PROPER Emas adalah kategori tertinggi, diberikan kepada perusahaan yang menunjukkan keunggulan kinerja lingkungan, kepatuhan terhadap aturan, serta penerapan prinsip berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat yang signifikan. (*)


















































