BONTANGPOST.ID, Bontang – Pembangunan fasilitas olahraga di kawasan HOP 1 Bontang dengan anggaran Rp10,9 miliar sempat menuai sorotan publik. Proyek tersebut dinilai hanya menghasilkan satu lapangan mini soccer.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan Dinas PUPRK Bontang, Robysai Manassa Malisa, menegaskan anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan lapangan mini soccer, tetapi juga mencakup berbagai struktur penunjang dan fasilitas lainnya.
Ia menjelaskan, di bawah lapangan mini soccer terdapat sistem drainase lama yang sebelumnya dibangun oleh PT Badak dan kondisinya telah mengalami kerusakan. Drainase tersebut kemudian dibangun ulang oleh pemerintah dengan sistem yang lebih kuat dan modern.
“Drainase lama kami bangun ulang. Sistemnya sudah menggunakan material beton, bukan lagi batu susun,” ujar Robysai saat ditemui, Minggu (18/1/2026).
Sistem drainase tersebut dirancang agar air hujan tidak menggenang di permukaan lapangan. Air langsung dialirkan ke saluran di bawah lapangan sehingga kualitas dan fungsi lapangan tetap terjaga.
Lapangan mini soccer HOP 1 memiliki luas 66,4 x 44,9 meter. Untuk material dasar, PUPRK menggunakan pasir Palu guna menjamin kualitas konstruksi yang lebih baik dibandingkan pasir lokal.
Selain pembangunan lapangan, anggaran Rp10,9 miliar juga dialokasikan untuk drainase keliling kawasan, jalan penghubung menuju pusat perkantoran HOP 1, serta pembangunan jogging track dasar di sekitar lapangan.
“Jika hanya untuk lapangan mini soccer, anggarannya sekitar Rp5,2 miliar. Sisanya digunakan untuk pematangan lahan, drainase luar lapangan, fasilitas penunjang seperti lampu dan rumput berkualitas, serta biaya pengawasan,” jelasnya.
Pemkot Bontang mengklaim fasilitas mini soccer tersebut telah menggunakan standar internasional, mulai dari rumput sintetis, sistem pencahayaan, hingga perlengkapan pendukung lainnya, yang membedakannya dari lapangan mini soccer komersial pada umumnya.
Robysai menambahkan, pembangunan kawasan HOP 1 dirancang sebagai sarana publik yang terintegrasi dengan taman kota, bukan sekadar fasilitas olahraga.
“Konsepnya taman kota yang berdampingan dengan fasilitas olahraga. Semua dibangun dengan kualitas terbaik,” katanya.
Terkait retakan yang sempat ditemukan di area lapangan, Robysai memastikan hal tersebut bukan terjadi pada struktur beton.
“Itu hanya pada lapisan plesteran untuk perataan, bukan keretakan struktur,” tegasnya.
Pada 2026 mendatang, Pemkot Bontang akan melanjutkan pembangunan kawasan HOP 1 dengan alokasi anggaran sekitar Rp17 miliar. Tahap lanjutan tersebut mencakup pembangunan lapangan voli, playground, taman, pagar keliling, toilet, kursi taman, serta penyempurnaan jogging track.
“Kawasan ini ditargetkan menjadi ikon baru sarana publik Kota Bontang,” pungkas Robysai. (*)














































