Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

20 hours ago 11

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Pola pengeluaran masyarakat di kabupaten/kota Kalimantan Timur menunjukkan variasi yang cukup lebar. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 tidak hanya mencatat besaran pengeluaran, tetapi juga memperlihatkan perbedaan komposisi antara kebutuhan makanan dan nonmakanan di tiap daerah.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai, menyebut variasi tersebut menjadi gambaran penting dalam membaca tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Susenas, dapat diperoleh potret kemajuan pembangunan masyarakat di bidang sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Berdasarkan data, terdapat tiga kabupaten yang masih mengalokasikan porsi pengeluaran lebih besar untuk makanan dibandingkan nonmakanan, yakni Paser, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu. Sementara tujuh daerah lainnya menunjukkan pola sebaliknya, dengan pengeluaran nonmakanan lebih dominan.

Perbedaan komposisi ini menjadi indikator penting. Bontang mencatat persentase pengeluaran makanan terendah, yakni 39,19 persen. Sebaliknya, Mahakam Ulu memiliki porsi tertinggi mencapai 54,48 persen.

Mengacu pada teori Engel, semakin besar porsi pengeluaran untuk makanan, maka tingkat kesejahteraan relatif lebih rendah. Artinya, masyarakat di Mahakam Ulu masih lebih banyak fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dibandingkan wilayah seperti Bontang.

Dari sisi nominal, Bontang juga menjadi daerah dengan rata-rata pengeluaran per kapita tertinggi, mencapai Rp2.659.692 per bulan. Disusul Balikpapan sebesar Rp2.535.248 dan Kutai Timur Rp2.247.769. Sementara itu, Paser menjadi yang terendah dengan Rp1.708.583.

Daerah lain mencatat angka bervariasi, di antaranya Samarinda Rp2.097.669, Berau Rp2.058.211, Penajam Paser Utara Rp2.032.000, Kutai Barat Rp1.917.102, Kutai Kartanegara Rp1.825.441, dan Mahakam Ulu Rp1.794.799.

Mas’ud menjelaskan, data pengeluaran dinilai lebih akurat dalam menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat dibandingkan pendapatan.

“Informasi pengeluaran konsumsi lebih sering digunakan karena data pendapatan cenderung underestimate,” jelasnya.

Secara umum, seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur mencatat rata-rata pengeluaran per kapita di atas Rp1,7 juta per bulan. Meski demikian, perbedaan pola dan komposisi pengeluaran menunjukkan bahwa pemerataan kesejahteraan masih menjadi tantangan dalam pembangunan daerah. (KP)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |