Lima SPBU Bontang Kena Sanksi, Pertamina Alihkan Pasokan Pertalite

1 day ago 17

BONTANGPOST.ID, Bontang – Lima stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bontang masuk dalam daftar penerapan sanksi Pertamina setelah ditemukan pelanggaran dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus Prabowo, mengatakan sanksi berupa penghentian sementara penyaluran BBM subsidi telah diberikan kepada SPBU Tanjung Laut. Sementara empat SPBU lainnya masih menunggu jadwal penerapan sanksi.

“Keempat SPBU tersebut yakni SPBU Akawy, SPBU Mini Jalan KS Tubun, SPBU Kilometer 3, dan SPBU Kilometer 8,” katanya.

Pelanggaran ditemukan dalam pelayanan Pertalite dan Solar yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan kendaraan penerima BBM subsidi. Pertamina melakukan pemantauan melalui sistem barcode transaksi dan CCTV yang tersedia di SPBU.

Bagus mengatakan, dari hasil pemantauan tersebut ditemukan operator yang melakukan pelanggaran untuk mendapatkan keuntungan.

“Mereka sebenarnya ketahuan kalau mau bermain. Karena kami memiliki akses untuk memantau barcode serta CCTV,” ujarnya.

Meski terdapat SPBU yang dikenai sanksi, Pertamina memastikan pasokan Pertalite tetap disalurkan kepada masyarakat. Kuota dari SPBU yang sementara tidak mendapatkan pasokan akan dialihkan ke SPBU lainnya.

Pengalihan tersebut memungkinkan satu SPBU menerima tambahan pasokan Pertalite hingga sekitar 16 kiloliter. Skema ini diterapkan agar penghentian sementara penyaluran di sejumlah SPBU tidak membuat pasokan BBM subsidi di Bontang berkurang.

Sanksi penghentian sementara diberlakukan selama 14 hari. Pertamina menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari pembinaan terhadap SPBU yang melakukan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi.

Bagus menegaskan, pelanggaran berulang dapat berujung pada sanksi yang lebih berat, termasuk pencabutan izin penyaluran BBM subsidi.

“Belum ada juga efek jera. Tapi kami akan jalankan tugas. Kalau mereka berulang, izin usaha menjual barang subsidi akan dicabut,” pungkasnya.

Sebelumnya, antrean kendaraan kembali mengular di sejumlah SPBU di Kota Bontang, Selasa (4/8). Padahal, pasokan BBM disebut masih mencukupi.

Pantauan Bontang Post menunjukkan antrean panjang terjadi di SPBU Kopkar Kilometer 6, Jalan Brigjen Katamso, dan SPBU Akawi di Jalan MT Haryono.

Barisan kendaraan bahkan memakan hampir setengah badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Kondisi tersebut mendapat sorotan Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam. Ia mengaku telah meninjau langsung lokasi dan menerima keluhan dari warga yang beraktivitas di sekitar SPBU.

“Karena aktivitas jualannya terganggu akibat antrean kendaraan yang memanjang,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |