Pertamina Luruskan Isu Kuota Pertalite Bontang, Bukan Dikurangi tapi Diatur agar Cukup hingga Akhir Tahun

1 day ago 15

BONTANGPOST.ID, Bontang PT Pertamina Patra Niaga memastikan kuota Pertalite untuk Kota Bontang tidak dikurangi, meski sejumlah SPBU disebut hanya menerima sebagian dari jumlah BBM yang dipesan.

Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus Prabowo, menjelaskan pengaturan jumlah pengiriman dilakukan untuk menjaga ketersediaan kuota hingga akhir tahun.

Ia mengatakan, ketika SPBU mengajukan delivery order (DO) sebesar 16 kiloliter, pasokan yang dikirim tidak selalu diberikan seluruhnya. Dalam kondisi tertentu, Pertamina hanya mengirim sekitar 8 kiloliter.

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan Pertalite. Terlebih, terjadi peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite setelah selisih harga kedua jenis BBM tersebut semakin jauh.

“Yang kami khawatirkan, jika semua SPBU minta ditambah kuotanya, pastinya akan cepat habis. Apalagi peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite juga cukup signifikan, sehingga kami harus mengatur kuotanya,” jelasnya.

Hermawan menegaskan pengaturan pengiriman tersebut bukan berarti kuota Pertalite Bontang dikurangi. Kuota tahunan untuk Bontang telah ditetapkan oleh BPH Migas sebesar 24.344 kiloliter.

Dari jumlah tersebut, rata-rata sekitar 2.022 kiloliter Pertalite dialokasikan setiap bulan untuk didistribusikan ke seluruh SPBU di Bontang.

“Adapun di Juni kami hanya menyuplai 2.000, kami suplai berikan tambahan di bulan berikutnya menjadi sekitar 2.040 kiloliter. Ini tetap sesuai,” terangnya.

Pertamina juga memastikan kuota yang tidak tersalurkan ke SPBU tertentu tidak otomatis hilang. Termasuk ketika terdapat SPBU yang dikenai suspend akibat persoalan transaksi barcode yang tidak sesuai dengan nomor pelat kendaraan.

Hermawan mengatakan kuota SPBU yang terkena suspend dapat dialihkan ke SPBU lain yang masih beroperasi. Hal serupa dilakukan apabila terdapat kendala teknis di lapangan, seperti kerusakan alat di SPBU.

Dengan mekanisme tersebut, Pertamina menyebut total kuota yang telah ditetapkan tetap terjaga dan dapat disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, Hermawan mengatakan pengaturan distribusi juga berkaitan dengan ketersediaan armada pengangkut BBM. Truk tangki yang digunakan untuk distribusi melayani tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Kebutuhan terbesar berada di Samarinda dan Kutai Kartanegara, sementara Bontang dan Kutai Timur juga masuk dalam wilayah distribusi tersebut.

Untuk mengatasi persoalan waktu kedatangan BBM yang sebelumnya menjadi sorotan, Pertamina akan mengatur pengiriman dua kali dalam sehari.

“Nanti untuk sementara kita lakukan pengiriman dua kali, pagi untuk dijual hari H dan sore untuk dijual di hari berikutnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite kembali menjadi sorotan di Bontang. DPRD menilai kondisi tersebut tidak lepas dari pola distribusi BBM ke sejumlah SPBU yang belum berjalan optimal.

Sorotan itu disampaikan dalam rapat pembahasan antrean BBM bersama pemerintah di ruang DPMPTSP Bontang, Jumat (28/8/2026).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, mengatakan setiap SPBU disebut telah melakukan deposit untuk pemesanan BBM sekitar 16 kiloliter. Namun, pasokan yang diterima hanya sekitar 8 kiloliter.

Selain jumlah pasokan, ia juga mempertanyakan waktu distribusi Pertalite yang dinilai tidak sesuai jadwal. BBM yang seharusnya tiba sekitar pukul 08.00 Wita disebut baru diterima pada pukul 16.00 Wita.

Menurut Winardi, keterlambatan dan terbatasnya pasokan tersebut berdampak terhadap ketersediaan Pertalite sehingga antrean kendaraan semakin panjang.

“Mentang-mentang Pertamina yang punya jadi seenak-enaknya mengatur. Benahi itu distribusinya,” tegasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |