BONTANGPOST.ID, Bontang – Kelurahan Gunung Elai terus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Dalam waktu dekat, kawasan pinggir sungai di wilayah tersebut akan disulap menjadi destinasi kuliner baru bertajuk “Ngopi Pinggir Kali”.
Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan program ini ditargetkan mulai berjalan pada awal April mendatang. Saat ini, persiapan teknis masih dimatangkan bersama Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK).
“Harapannya bulan depan sudah jalan. Tapi tentu tergantung kesiapan LKK juga. Kita rencanakan sekitar 15 lapak untuk tahap awal,” ujar Sulistyo.
Konsep yang diusung bersifat non permanen. Para pelaku UMKM hanya diperbolehkan berjualan mulai pukul 17.00 hingga 24.00. Setelah itu, seluruh lapak wajib dibersihkan kembali karena lokasi tersebut merupakan jalan umum.
“Ini sifatnya sementara setiap hari. Jadi selesai jualan harus dirapikan kembali. Kita jaga agar tetap tertib dan tidak mengganggu akses warga,” jelasnya.
Sulistyo menambahkan, prioritas utama diberikan kepada warga Gunung Elai yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, peluang juga dibuka bagi pelaku usaha dari luar sebagai bagian dari strategi promosi.
“Utamanya warga lokal, tapi ada juga porsi untuk luar supaya lebih hidup dan cepat berkembang,” tuturnya.
Menariknya, program ini tidak membebankan biaya retribusi kepada pelaku UMKM. Kebutuhan seperti listrik dan kebersihan akan dikelola secara gotong royong melalui LKK.
“Tidak ada biaya sewa. Paling nanti urunan untuk listrik dan kebersihan saja,” tambahnya.
Untuk tahap awal, kegiatan difokuskan pada satu sisi jalan terlebih dahulu. Jika animo masyarakat tinggi, pengembangan akan dilakukan ke sisi lainnya.
Area parkir juga telah disiapkan dengan memanfaatkan lahan di sekitar PMI dan kawasan belakang permukiman warga. Akses masuk utama direncanakan dari arah Brokoli.
Kehadiran “Ngopi Pinggir Kali” diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi warga sekaligus menjadi ikon baru destinasi kuliner di Bontang.
“Ini untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Kita ingin ada pusat aktivitas ekonomi baru di sini,” pungkas Sulistyo. (ak)


















































