BONTANGPOST.ID, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni merespons dugaan pungutan liar (pungli) dalam program pemasangan jaringan gas (jargas) gratis di Kota Bontang.
Sebelumnya, seorang warga Kelurahan Berbas Tengah mengaku dimintai uang Rp500 ribu oleh oknum pekerja lapangan saat proses survei pemasangan dilakukan.
Menanggapi hal itu, Neni meminta pihak kontraktor segera menelusuri kebenaran informasi tersebut dan mengambil tindakan tegas apabila terbukti terjadi pungutan di lapangan.
“Harus dikonfirmasi dulu betul atau tidak. Kalau memang benar, pelaksananya harus dipanggil oleh pihak pemenang tender. Tidak boleh ada kejadian seperti itu,” ujar Neni saat diwawancarai, Selasa (12/5/2026).
Ia menegaskan program jargas merupakan bantuan gratis bagi masyarakat penerima manfaat. Karena itu, tidak dibenarkan adanya tambahan biaya dalam bentuk apa pun kepada warga.
Menurutnya, informasi terkait program gratis tersebut sudah berulang kali disampaikan pemerintah melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial, pemberitaan media massa, hingga sosialisasi melalui RT.
“Ini program gratis. Ketua RT juga kami minta menyampaikan ke masyarakat supaya tidak terjadi miskomunikasi,” katanya.
Neni menilai dugaan pungutan oleh oknum pekerja lapangan dapat mencoreng program pemerintah yang seharusnya membantu masyarakat mendapatkan akses energi rumah tangga yang lebih murah.
“Kasihan masyarakat. Programnya sudah digratiskan, tapi kalau ada oknum seperti itu tentu tidak boleh,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan tidak seluruh warga yang mendaftar langsung mendapat sambungan jargas karena kuota dari pemerintah pusat masih terbatas.
Saat ini, kuota sambungan jargas untuk Kota Bontang sekitar 12 ribu sambungan, sementara jumlah pendaftar disebut mencapai lebih dari 20 ribu warga.
“Jadi pemasangannya dilakukan bertahap,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga RT 55 Kelurahan Berbas Tengah bernama Gunawan mengaku dimintai uang Rp500 ribu oleh pekerja lapangan saat survei pemasangan jargas dilakukan di rumahnya.
Menurut Gunawan, pekerja sempat menyebut rumahnya tidak bisa dipasang jargas karena jaraknya dianggap terlalu jauh dari jalur pipa induk. Namun setelah ditanya kemungkinan pemasangan tetap dilakukan, pekerja disebut meminta tambahan biaya untuk penggalian dan pemasangan pipa. (*)


















































