BONTANGPOST.ID, Bontang – Kota Bontang berhasil menjadi daerah dengan capaian terbaik di Kalimantan Timur pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Bontang mencatatkan nilai rata-rata tertinggi pada dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Capaian tersebut juga melampaui rata-rata provinsi maupun nasional.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, mengatakan hasil tersebut menunjukkan kualitas pendidikan di Kota Bontang terus mengalami peningkatan.
Menurutnya, evaluasi TKA 2026 juga memperlihatkan Kalimantan Timur secara umum mampu mencatatkan nilai di atas standar nasional.
“Berdasarkan hasil evaluasi TKA tahun 2026, Kalimantan Timur menduduki peringkat di atas nasional. Untuk jenjang SMP, Kota Bontang menduduki peringkat pertama nilai TKA Bahasa Indonesia,” ujar Saparuddin, Jumat (26/6/2026).
Laporan Kelompok Kerja TKA Provinsi Kalimantan Timur mencatat sebanyak 52.581 peserta didik SMP mengikuti pelaksanaan TKA tahun ajaran 2025/2026.
Secara keseluruhan, rata-rata nilai Bahasa Indonesia di Kalimantan Timur mencapai 64,66. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 62,05.
Sementara itu, rata-rata nilai Matematika Kalimantan Timur mencapai 41,85, melampaui rata-rata nasional sebesar 40,93.
Pada pemetaan capaian antardaerah, Kota Bontang menjadi satu-satunya daerah yang menempati posisi teratas pada kedua mata pelajaran. Rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 70,55, sedangkan Matematika berada di angka 44,73.
Posisi kedua ditempati Kota Balikpapan dengan nilai rata-rata 69,21 untuk Bahasa Indonesia dan 44,48 untuk Matematika. Kota Samarinda berada di peringkat ketiga dengan nilai 66,14 dan 42,90.
Selanjutnya, Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat nilai 65,34 untuk Bahasa Indonesia dan 41,88 untuk Matematika. Kabupaten Berau memperoleh 63,16 dan 40,67, Kabupaten Paser 62,56 dan 40,71, Kabupaten Kutai Timur 62,26 dan 40,77, Kabupaten Kutai Kartanegara 61,78 dan 40,22, serta Kabupaten Kutai Barat 60,23 dan 38,85.
Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu berada di posisi terakhir dengan nilai 53,72 untuk Bahasa Indonesia dan 36,53 untuk Matematika.
Hasil tersebut menunjukkan Bontang bukan hanya menjadi yang terbaik di Kalimantan Timur, tetapi juga unggul cukup jauh dibanding rata-rata nasional. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, nilai rata-rata Bontang terpaut sekitar 8,5 poin di atas capaian nasional.
Adapun pada mata pelajaran Matematika, Bontang unggul hampir empat poin dibanding rata-rata nasional.
Laporan TKA juga mencatat hanya empat daerah yang secara konsisten berada di atas rata-rata provinsi, yakni Kota Bontang, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Meski demikian, Bontang menjadi satu-satunya daerah dengan skor tertinggi pada kedua mata pelajaran. Capaian tersebut menjadikannya sebagai salah satu tolok ukur pengembangan kualitas pembelajaran di Kalimantan Timur.
Meski berhasil menempati posisi puncak, Disdikbud Bontang tidak ingin cepat berpuas diri. Hasil TKA akan dijadikan bahan evaluasi untuk menyusun berbagai program peningkatan mutu pendidikan.
“Kami berharap untuk tahun berikutnya bisa lebih baik,” kata Saparuddin.
Menurut dia, Disdikbud Bontang tengah menyiapkan peraturan wali kota terkait penguatan literasi dan numerasi. Regulasi tersebut akan menjadi landasan dalam memperkuat budaya membaca, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan kompetensi numerasi peserta didik di seluruh SMP di Kota Bontang.
Selain itu, hasil pemetaan TKA akan digunakan sekolah untuk mengidentifikasi materi yang masih perlu diperkuat sehingga proses pembelajaran dapat disusun lebih tepat sasaran.
“Tujuannya mengatur pola pembinaan literasi dan numerasi,” pungkasnya. (ak)


















































