BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus menggenjot upaya pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai. Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan yakni Sungai Dahlia di RT 25, Kelurahan Satimpo.
Selama sebulan terakhir, tim Pasukan Bersih Sungai (Panbers) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang melakukan pengerukan sedimen serta mengangkut sampah yang menghambat aliran air.
Kepala Dinas PUPRK Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kapasitas sungai agar tetap optimal sebagai saluran drainase sekaligus mengurangi potensi banjir saat musim hujan.
“Kami terus berupaya menjaga kapasitas sungai agar tetap optimal. Normalisasi dilakukan dengan mengangkat sedimen serta membersihkan sampah yang menumpuk sehingga aliran air kembali lancar,” ujar Bowo, sapaan akrabnya.
Program normalisasi Sungai Dahlia telah berlangsung sejak 23 Mei 2026. Hingga akhir Juni, tim Panbers berhasil membersihkan aliran sungai sepanjang 243 meter.
Pekerjaan meliputi pengerukan lumpur dan sedimentasi serta pengangkutan berbagai jenis sampah domestik yang menyumbat aliran sungai. Menurut Bowo, sedimentasi menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya daya tampung sungai sehingga meningkatkan risiko luapan saat curah hujan tinggi.
Karena itu, normalisasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika sedimen dan sampah kembali menumpuk, kapasitas sungai akan menurun dan berpotensi memicu banjir di kawasan permukiman.
Bowo menegaskan keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Jangan membuang sampah ke aliran sungai karena dampaknya akan kembali dirasakan oleh masyarakat sendiri,” katanya.
Selain mengurangi ancaman banjir, sungai yang bersih juga mendukung kualitas lingkungan dengan menjaga kelancaran aliran air, mengurangi bau tidak sedap, serta mempertahankan ekosistem perairan.
Program Panbers menjadi agenda rutin PUPRK Bontang dalam membersihkan sungai dan saluran drainase yang rawan mengalami pendangkalan maupun penyumbatan.
“Kalau pemerintah membersihkan sungai tetapi masih ada yang membuang sampah sembarangan, maka persoalan ini tidak akan pernah selesai. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga sungai sebagai tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (ak)


















































