BONTANGPOST.ID, Bontang – Sebanyak 17 orang tercatat ikut dalam rombongan penggunaan mobil dinas Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang ke Biduk-Biduk, Kabupaten Berau.
Fakta tersebut diungkap Kepala Dinkes Bontang, Bachtiar Mabe, saat ditemui Senin (30/3/2026). Ia mengaku baru mengetahui detail penggunaan kendaraan dinas itu setelah video kejadian viral di media sosial.
Menurut Bachtiar, dari total 17 orang, terdiri atas tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu pejabat, yakni Sekretaris Dinas. Sementara 13 lainnya merupakan masyarakat umum.
“Setelah saya mendapat informasi, ada 17 orang yang berangkat. Tiga ASN, satu pejabat yaitu sekretaris dinas, dan sisanya masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kewenangan penggunaan kendaraan dinas sebelumnya memang dilimpahkan kepada Sekretaris Dinas. Namun, penggunaan kendaraan terlebih hingga ke luar daerah seharusnya tetap dilaporkan kepada kepala dinas.
Bachtiar menegaskan, dalam kasus ini dirinya tidak pernah menerima pemberitahuan, baik secara lisan maupun tertulis, terkait penggunaan mobil dinas tersebut.
“Saya tidak mendapat penyampaian izin. Saya justru mengetahui setelah ada laporan dari bagian umum dan video itu viral,” jelasnya.
Ia menilai, kejadian ini menjadi pembelajaran dalam pengelolaan aset daerah. Menurutnya, setiap penggunaan kendaraan dinas, baik untuk kepentingan dinas maupun nondinas, harus tetap dilaporkan kepada pimpinan.
“Ini jadi pembelajaran. Penggunaan aset dinas seharusnya diberitahukan ke kepala dinas, apalagi jika keluar daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bachtiar mengaku telah dimintai keterangan oleh Inspektorat Bontang pada Jumat (27/3/2026) sebagai bagian dari proses audit yang tengah berjalan.
Keterangan tersebut berkaitan dengan kronologi serta mekanisme penggunaan kendaraan dinas di lingkungan Dinkes.
Sebelumnya, penggunaan mobil dinas Dinkes Bontang yang viral karena dipakai ke Biduk-Biduk kini resmi masuk tahap audit Inspektorat.
Kepala Inspektorat Bontang, Enik Ruswati, mengatakan pihaknya mulai melakukan penelusuran dengan memanggil pihak terkait untuk klarifikasi.
“Hari ini kami lakukan pemanggilan untuk klarifikasi terkait alasan penggunaan kendaraan tersebut,” ujarnya, Senin (30/3/2026). (*)


















































