Bukan Cuma Karhutla, Warga Mulai Menjerit Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

6 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Kabupaten Paser menjadi salah satu daerah yang mulai merasakan dampak kekeringan tersebut.

Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak. Distribusi dilakukan menggunakan armada truk tangki dengan menyasar kawasan permukiman yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kemarau panjang tidak hanya meningkatkan risiko kekeringan. Kondisi cuaca yang kering juga turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kaltim.

Pemerintah daerah pun terus melakukan langkah antisipasi terhadap dua persoalan tersebut, termasuk mewaspadai dampak asap karhutla terhadap kualitas udara.

Di tengah kondisi tersebut, operasi pemadaman dari udara melalui teknik water bombing masih dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampak asap.

Pemerintah Provinsi Kaltim juga meminta perusahaan, khususnya pemegang izin perkebunan dan kehutanan, meningkatkan patroli serta pengawasan di wilayah konsesi masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman karhutla selama kondisi kemarau.

“Sebab, semakin cepat firespot ditemukan dan dilaporkan, semakin besar peluang api dipukul sebelum berubah menjadi kebakaran yang lebih luas,” kata Buyung.

Menurutnya, koordinasi antara perusahaan, petugas pemadam di lapangan, dan otoritas kebencanaan perlu diperkuat agar setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani.

Sementara terkait dugaan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan manusia dalam kejadian karhutla, BPBD menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.

Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Di sisi lain, bantuan air bersih menjadi langkah penanganan bagi masyarakat yang mulai terdampak kekeringan. Distribusi air diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga selama sumber air mengalami penurunan akibat kemarau.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya potensi karhutla, tetapi juga dapat langsung dirasakan masyarakat melalui berkurangnya ketersediaan air bersih. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |