BONTANGPOST.ID, Bontang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang memastikan tidak seluruh cabang olahraga (cabor) akan diberangkatkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Paser, November 2026 mendatang. Dari total 63 cabor yang dipertandingkan, hanya 56 cabor yang direncanakan ikut ambil bagian.
Ketua KONI Bontang Jamaludin mengatakan, tujuh cabor dipastikan tidak diberangkatkan karena sejumlah pertimbangan, terutama terkait kesiapan organisasi dan pembinaan atlet.
“Prinsip kami jelas. Cabor yang diberangkatkan harus siap secara administrasi, kepengurusan, kuota atlet, dan memiliki peluang meraih medali,” kata Jamaludin.
Dari tujuh cabor tersebut, di antaranya anggar, selam, ski air, MMA, e-sport, serta beberapa cabor lain yang kepengurusannya dinilai tidak aktif. Jamaludin menyebut, sebagian besar cabor tersebut memiliki surat keputusan (SK) kepengurusan yang telah kedaluwarsa, bahkan ada yang tidak aktif selama dua tahun terakhir.
“Anggar SK-nya sudah habis dan pembinaannya menurun. Selam juga dua tahun terakhir tidak ada pengurus aktif. E-sport sampai sekarang belum memiliki kepengurusan yang jelas,” jelasnya.
Selain itu, terdapat pula cabor yang meskipun telah lolos Babak Kualifikasi (BK) Porprov, tetap akan dievaluasi kembali kelayakannya untuk diberangkatkan.
“Lolos BK Porprov belum tentu berangkat. Kami lihat kesiapan dan potensi prestasinya,” ujarnya.
Jamaludin menegaskan, jumlah 56 cabor tersebut masih bersifat dinamis dan berpeluang berkurang jika dalam evaluasi lanjutan ditemukan cabor yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan.
“Kalau tidak ada progres, untuk apa diberangkatkan. Lebih baik anggarannya dialihkan ke cabor yang benar-benar siap,” tegasnya.
Langkah ini diambil agar penggunaan anggaran Porprov lebih efektif dan tepat sasaran. KONI Bontang menargetkan setiap alokasi anggaran berkontribusi langsung terhadap prestasi daerah.
“Anggaran Porprov yang kami ajukan sekitar Rp7 miliar. Itu harus dimanfaatkan maksimal untuk cabor aktif dan berprestasi,” tuturnya.
Ke depan, KONI Bontang juga akan melakukan evaluasi organisasi terhadap cabor yang tidak aktif. Bahkan, tidak menutup kemungkinan status keanggotaan cabor tersebut di KONI Kota Bontang dicabut.
“Nanti akan kami bahas di rapat kerja. Jika tidak ada pembinaan dan aktivitas, tentu ada konsekuensinya,” pungkasnya. (ak)
















































