BONTANGPOST.ID, Bontang – Kecelakaan beruntun terjadi di KM 84 Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di wilayah Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia.
Hingga Selasa pagi (30/12/2025), aparat kepolisian masih melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban yang terjatuh ke jurang akibat kecelakaan tersebut.
Kapolres Bontang AKBP Widho Ariano melalui Kasat Lantas AKP Purwo Asmadi menjelaskan, kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 14.00 Wita.
Peristiwa bermula saat sebuah truk trailer pengangkut genset melaju dari arah Samarinda menuju Bontang. Namun, setibanya di lokasi kejadian, truk tersebut tidak kuat menanjak sehingga berhenti di badan jalan. Dalam proses penanganan, sebuah truk lain membantu mendorong trailer tersebut.
Pada saat bersamaan, dua mobil kecil dari arah berlawanan terpaksa berhenti dan menunggu karena kondisi jalan yang tertutup di tanjakan.
Tak lama kemudian, sebuah truk tangki milik Samator melaju dari arah Bontang menuju Samarinda dengan kecepatan cukup tinggi. Diduga sopir truk tidak melihat kendaraan yang berhenti di tanjakan, ditambah kondisi jalan yang licin, sehingga kecelakaan pun tak terhindarkan.
Baca juga; Kecelakaan Beruntun di KM 84 Poros Samarinda–Bontang, Empat Orang Alami Luka
“Truk Samator sempat membanting setir dan akhirnya terjun ke jurang,” ujar Purwo.
Ia menambahkan, saat kejadian, sopir truk yang membantu mendorong trailer berada di luar kendaraan. Akibatnya, korban terseret bersama truk Samator yang masuk ke jurang.
“Korban yang terseret tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, terdapat empat korban dalam insiden ini, dengan rincian satu orang meninggal dunia, satu korban mengalami luka berat, dan dua lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Hingga saat ini, petugas masih berupaya melakukan evakuasi terhadap jenazah korban,” pungkas Purwo. (*)
















































