IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

1 day ago 23

BONTANGPOST.ID – Libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momentum yang mengubah wajah Ibu Kota Nusantara (IKN). Kawasan yang sebelumnya identik dengan proyek pembangunan, kini menjelma menjadi magnet baru pergerakan manusia.

Tak hanya warga Kalimantan Timur, arus kunjungan juga datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Rasa penasaran publik terhadap ibu kota baru tersebut berpadu dengan harapan akan masa depan IKN.

Sejak awal Maret, geliat kunjungan sebenarnya sudah mulai terlihat. Dua pekan sebelumnya, Sekretaris Dinas Pariwisata Kaltim, Restiawan Baihaqi, memproyeksikan mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026 meningkat sekitar 5–10 persen, dengan potensi pergerakan mencapai 470 ribu hingga 528 ribu orang. Dalam peta destinasi, IKN diprediksi menjadi salah satu tujuan utama.

Prediksi tersebut terbukti. Berdasarkan rilis Otorita IKN, hingga 24 Maret 2026 tercatat sebanyak 143.126 orang mengunjungi kawasan IKN. Sementara itu, 30.544 kendaraan tercatat memasuki Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Lonjakan ini didukung oleh semakin terbukanya akses menuju IKN. Uji coba jalan tol fungsional dari Balikpapan mampu memangkas waktu tempuh menjadi sekitar 45–60 menit.

Di lapangan, lonjakan pengunjung terlihat nyata. Kawasan KIPP dipadati rombongan keluarga, komunitas, hingga wisatawan lokal yang ingin melihat langsung ikon-ikon baru di kawasan tersebut.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menilai fenomena ini bukan sekadar lonjakan kunjungan biasa.

“Arus kunjungan masyarakat tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Kami melihat peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” ujarnya, Sabtu (28/3).

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Kevin, pengelola Rumah Makan Global di kawasan glamping, mengaku omzetnya meningkat dari sekitar Rp1 juta per hari menjadi lebih tinggi seiring membludaknya pengunjung.

Hal serupa disampaikan Nita, pemilik Café Sepaku Empat. Jika pada hari biasa omzetnya sekitar Rp1,8 juta, selama tiga hari pertama Lebaran meningkat drastis menjadi Rp10–15 juta per hari. Produk mochi miliknya pun laris diburu pengunjung.

Di lokasi lain, Wahyu, penjual Dawet Ayu “Bang Brewok” di Plaza Seremoni, mencatat omzet Rp10–12 juta per hari. Sementara itu, Dina, pelaku UMKM souvenir Nusantara, menyebut pendapatannya meningkat hingga dua kali lipat, didorong tingginya permintaan produk bertema Nusantara.

Lonjakan kunjungan ini menunjukkan bahwa IKN tak hanya menjadi pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga mulai tumbuh sebagai destinasi wisata baru yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |