Hilirisasi Perikanan dan Rumput Laut Jadi Fokus Baru Investasi Bontang

3 weeks ago 33

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menetapkan hilirisasi industri kelautan dan perikanan sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi lokal.

Kebijakan ini menandai pergeseran dari ketergantungan sektor energi menuju pemanfaatan sumber daya alam berbasis perikanan dan rumput laut untuk menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja baru.

Berdasarkan hasil Kajian Peta Potensi dan Peluang Investasi 2025, dua sektor unggulan dengan potensi terbesar yakni pengalengan ikan dan pengolahan rumput laut.

Ketua Tim Kajian, Dr. Rahcmad Budi Suharto, menegaskan hilirisasi menjadi kunci meningkatkan nilai ekonomi daerah.

“Selama ini hasil tangkapan dan rumput laut masih dijual mentah. Dengan hilirisasi, kita bisa menciptakan rantai nilai baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Optimalisasi Fasilitas Pengalengan Ikan

Untuk sektor pengalengan ikan, fokus diarahkan pada optimalisasi fasilitas yang sudah ada, seperti Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Limau yang dinilai strategis karena berdekatan dengan nelayan dan memiliki fasilitas cold storage.

Skema kerja sama pemerintah, koperasi, dan investor swasta juga disiapkan agar nelayan tetap menjadi bagian utama rantai pasok.

Rumput Laut: Dari Bahan Mentah ke Produk Bernilai Tinggi

Sementara itu, sektor rumput laut berpotensi besar dikembangkan menjadi produk turunan seperti agar-agar, kosmetik, hingga farmasi. Pemerintah daerah didorong memfasilitasi pelaku usaha memperoleh lisensi dari Dinas Kesehatan dan Balai POM, serta mendukung promosi dan akses pasar ekspor.

“Jika hilirisasi rumput laut berjalan, industri turunan padat karya akan tumbuh dan ekonomi pesisir ikut meningkat,” tambah Rahcmad.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan langkah ini sejalan dengan visi Bontang Berbenah dan upaya diversifikasi ekonomi daerah dari energi ke maritim.

“Hilirisasi pengalengan ikan dan rumput laut adalah langkah konkret untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

DPMPTSP berharap sektor ini menjadi prioritas investor, dengan dukungan kolaboratif antara pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat untuk menjadikan Bontang tangguh di sektor energi dan kuat di ekonomi maritim serta UMKM. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |