BONTANGPOST.ID – Sebagai orang yang tumbuh di dunia jurnalistik, jempol saya terbiasa lincah menggulir media sosial. Namun kali ini, sebuah artikel membuat saya berhenti. Topiknya sederhana, tapi menggugah: mengapa ASN muda kini justru “alergi” menjadi pejabat?
Dulu, menerima SK jabatan struktural adalah momen yang dirayakan. Ada kebanggaan, bahkan menjadi prestise bagi keluarga. Kini, situasinya berbalik. Saat nama masuk dalam bursa pimpinan, bukan euforia yang muncul, melainkan kecemasan. Jabatan struktural terasa seperti “kursi panas” yang sarat risiko.
Mengapa terjadi pergeseran?
Pertama, soal keseimbangan hidup. Generasi saat ini semakin sadar pentingnya work-life balance. Menjadi pimpinan berarti siap menghadapi tekanan birokrasi, rapat tanpa batas waktu, hingga beban tanggung jawab yang bisa mengganggu kesehatan mental.
Kedua, risiko hukum. Di era transparansi, satu keputusan atau tanda tangan bisa berdampak panjang. Jabatan kini bukan sekadar soal kewenangan, tapi juga potensi konsekuensi hukum yang membayangi.
Ketiga, faktor finansial. Selisih tunjangan antara jabatan struktural dan fungsional yang tidak terlalu signifikan membuat banyak orang memilih jalur yang lebih aman namun tetap stabil secara ekonomi.
Dilema: Expert atau Leader?
Fenomena ini melahirkan kecenderungan baru. Banyak individu kompeten lebih memilih menjadi tenaga fungsional atau ahli. Mereka fokus pada bidangnya, bekerja tanpa sorotan, dan menjaga kesehatan mental.
Namun, pertanyaan penting muncul: jika banyak orang berkualitas memilih “aman” sebagai ahli, siapa yang akan mengisi posisi kepemimpinan? Tanpa figur yang berani dan kompeten, perubahan akan sulit terwujud.
Menjadi pemimpin memang penuh tekanan. Tapi tanpa keberanian untuk mengambil peran tersebut, sistem yang ada berisiko stagnan.
Memang, lebih nyaman menjadi penonton daripada dirigen. Namun tanpa dirigen yang mampu memimpin, harmoni perubahan tidak akan pernah tercipta.
Lantas, Anda di posisi mana: memilih menjadi “bos” dengan segala risikonya, atau tetap menjadi “expert” yang stabil dan tenang?. (sapos)


















































