BONTANGPOST.ID, Bontang – Polemik penataan kawasan wisata Beras Basah di Kota Bontang kembali mencuat. Kondisi kawasan yang dinilai semrawut akibat penggunaan terpal serta pengelolaan yang belum tertata menjadi sorotan, termasuk dari kalangan legislatif.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menegaskan persoalan Beras Basah bukan hal baru. Selama lebih dari satu dekade, masalah tersebut terus berulang tanpa solusi yang tuntas.
“Ini polemik lama, bahkan sejak saya 11 tahun di DPRD, tidak pernah selesai. Selalu berulang,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu akar persoalan adalah pemasangan terpal yang berkembang menjadi semacam kaveling oleh masyarakat. Kondisi ini kemudian menjadi sumber penghasilan warga, sehingga penertiban tidak mudah dilakukan.
Meski demikian, Rustam menilai kunci utama penyelesaian ada pada ketegasan pemerintah dalam menentukan arah pengelolaan kawasan wisata tersebut, termasuk kejelasan kewenangan antara pemerintah kota dan provinsi.
“Harus jelas siapa yang mengelola, berapa peran pemerintah kota dan provinsi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti penggunaan terpal yang dinilai mengganggu estetika kawasan. Namun di sisi lain, keberadaannya masih dibutuhkan masyarakat sebagai pelindung dari panas.
“Terpal ini memang mengganggu pemandangan, tapi dibutuhkan warga. Ini yang harus dicarikan solusi,” katanya.
Rustam mendorong keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolaan, misalnya dengan pembangunan fasilitas peneduh yang lebih layak seperti gazebo. Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat yang menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut.
Selain itu, DPRD telah mendorong kejelasan status pengelolaan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi, termasuk usulan agar pengelolaan diserahkan kepada Pemkot Bontang.
Ia optimistis, jika kewenangan sudah jelas, pemerintah kota dapat lebih leluasa mengalokasikan anggaran untuk pembenahan kawasan, mulai dari fasilitas umum hingga sistem pengamanan.
“Kalau sudah jelas, saya yakin Pemkot akan berani menggelontorkan anggaran besar untuk pembenahan,” ucapnya.
Sebagai salah satu ikon wisata Bontang, kondisi Beras Basah dinilai sangat berpengaruh terhadap citra daerah di mata wisatawan.
“Bagi warga mungkin biasa, tapi bagi wisatawan ini jadi penilaian. Mereka bisa menilai pemerintah dari situ,” pungkasnya. (ak)


















































