BONTANGPOST.ID, Bontang – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA dan SMK di Kota Bontang dijadwalkan mulai berlangsung pada 8 Juni mendatang.
Berdasarkan informasi yang diterima Kaltim Post, tiga SMA negeri di Bontang masing-masing akan membuka tujuh rombongan belajar (rombel) untuk penerimaan siswa baru tahun ini.
Dengan kapasitas 36 siswa di setiap rombel, maka masing-masing sekolah menyiapkan 252 kursi. Total daya tampung tiga SMA negeri tersebut mencapai 756 siswa baru.
Adapun jumlah rombel SMA 1 dan SMA 3 Bontang tetap sama seperti tahun sebelumnya. Sementara SMA 2 mengalami penambahan dari enam menjadi tujuh rombel menyesuaikan jumlah lulusan tahun ini.
Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Bontang, Suyanik, mengatakan jumlah rombel dan daya tampung tersebut pada dasarnya telah menjadi keputusan final.
“Namun tetap menunggu tanda tangan gubernur untuk penetapan juknis resminya,” ujar Suyanik.
Selain SMA, jumlah rombel dan daya tampung di SMK negeri juga mulai disiapkan.
SMK Negeri 1 Bontang misalnya membuka sembilan kompetensi keahlian. Jurusan teknik ketenagalistrikan membuka tiga rombel, sedangkan kimia industri dan kimia analisis masing-masing dua rombel.
Sementara kompetensi keahlian lainnya seperti pengembangan perangkat lunak dan gim, teknik elektronika, teknik mesin, teknik otomotif, teknik pengelasan dan fabrikasi logam, serta teknologi farmasi masing-masing membuka satu rombel.
Untuk SMK Negeri 2 Bontang, terdapat delapan kompetensi keahlian yang dibuka. Jurusan agriteknologi pengolahan hasil perikanan mendapat dua rombel, sedangkan jurusan lainnya seperti agribisnis perikanan, nautika kapal niaga, teknika kapal niaga, nautika kapal penangkap ikan, teknika kapal penangkap ikan, teknik otomotif, hingga teknik jaringan komputer dan telekomunikasi masing-masing satu rombel.
Perubahan cukup terlihat di SMK Negeri 3 Bontang. Jika sebelumnya memiliki empat kompetensi keahlian, kini tersisa dua jurusan yakni teknik geologi pertambangan dan teknik otomotif.
Sedangkan SMK Negeri 4 Bontang membuka dua kompetensi keahlian, yakni perhotelan dan usaha layanan pariwisata.
Suyanik menambahkan, petunjuk teknis (juknis) SPMB nantinya akan disatukan secara provinsi bersama daerah lain di Kalimantan Timur.
“Nantinya juknis akan disatukan dengan daerah lain,” pungkasnya. (ak)


















































