BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang mulai merealisasikan proyek rekonstruksi Jalan Asmawarman di Kelurahan Gunung Telihan. Tahap awal pekerjaan difokuskan pada pembangunan saluran drainase dan pelebaran bahu jalan untuk meningkatkan fungsi infrastruktur sekaligus mengurangi potensi genangan.
Kepala DPUPRK Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan progres pekerjaan saat ini masih berada pada tahap awal karena kontrak proyek baru efektif berjalan sejak akhir Juni 2026.
“Progresnya memang masih sangat kecil karena kontraknya baru dimulai pada akhir Juni lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten/kota berupa rekonstruksi Jalan Asmawarman. Proyek menggunakan APBD Bontang 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.286.455.000.
Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Pradah Etam Jaya, sedangkan pengawasan dilakukan oleh CV Bua Bungaran Konsultan. Masa pelaksanaan ditetapkan selama 150 hari kalender sejak penandatanganan kontrak pada 30 Juni 2026.
Bowo menjelaskan, sebelum pekerjaan fisik dimulai, pemerintah telah menggelar pembahasan bersama warga dan pihak Kelurahan Gunung Telihan. Hasil musyawarah menyepakati pembangunan drainase dilakukan pada satu sisi jalan terlebih dahulu.
“Hasil rapat dengan warga dan kelurahan menyepakati pengerjaan dilakukan di sisi kiri jalan lebih dulu dengan panjang kurang lebih 135 meter,” katanya.
Ia menambahkan, titik awal pekerjaan berada di samping kawasan Terminal Bontang menuju ruas Jalan Asmawarman. Selain membangun drainase, kontraktor juga akan melakukan pelebaran bahu jalan dengan lebar bervariasi antara 0,5 meter hingga 1 meter.
Menurutnya, penanganan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Proyek ini menjadi salah satu pekerjaan yang ditangani Bidang Bina Marga pada tahun ini, selain pelebaran drainase di Jalan Zamrud dan pembangunan jembatan di Guntung.
“Kami optimistis pengerjaan ini bisa rampung sebelum batas akhir kontrak. Sebelumnya kami juga sudah menggelar PCM (Pre-Construction Meeting),” pungkasnya. (ak)















































