Gaji Outsourcing SMA-SMK Bontang Mulai Cair, Pegawai Pertanyakan Selisih Pembayaran

19 hours ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang – Setelah menunggu selama empat bulan, gaji petugas outsourcing di SMA dan SMK negeri Kota Bontang akhirnya mulai dicairkan. Namun, pencairan tersebut justru memunculkan pertanyaan dari sejumlah penerima karena nominal yang masuk dinilai belum sesuai dengan yang mereka perkirakan.

Pembayaran kepada petugas keamanan, kebersihan, tenaga tata usaha, hingga guru pengganti dilakukan melalui transfer ke rekening masing-masing pada Kamis (16/7/2026).

Salah seorang petugas keamanan sekolah yang enggan disebutkan namanya mengatakan, gaji diterima dalam tiga kali transfer dengan nominal yang berbeda.

“Pembayaran dilakukan tiga kali. Padahal keterlambatan yang terjadi sudah empat bulan, terhitung Maret sampai Juni,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, pada transfer pertama dan kedua masing-masing masuk sekitar Rp4,2 juta. Sementara transfer ketiga sebesar Rp4 juta.

Menurutnya, jika mengacu pada gaji yang biasa diterima sekitar Rp4,1 juta per bulan, total pembayaran tersebut masih menimbulkan tanda tanya.

“Biasanya kami menerima sekitar Rp4,1 juta per bulan. Kalau dihitung tiga bulan memang ada lebih, tapi kalau empat bulan rasanya belum sesuai,” katanya.

Karena itu, ia langsung mengonfirmasi kepada bendahara sekolah untuk meminta penjelasan terkait rincian pembayaran. Namun hingga kini belum ada informasi resmi mengenai komponen gaji yang telah dibayarkan maupun apakah masih terdapat sisa pembayaran yang akan dicairkan.

“Kami belum tahu apakah yang dibayarkan baru tiga bulan atau memang ada perhitungan lain. Harapannya ada rincian yang jelas,” ujarnya.

Selain mempertanyakan nominal, para tenaga outsourcing juga berharap pembayaran gaji ke depan dapat kembali dilakukan setiap bulan seperti mekanisme normal. Sebelumnya, mereka juga sempat menerima pembayaran secara rapel untuk gaji Januari dan Februari.

Menurutnya, kepastian jadwal pembayaran sangat penting karena sebagian besar tenaga outsourcing menggantungkan kebutuhan hidup keluarga dari penghasilan tersebut.

“Paling enak kalau dibayar setiap bulan. Kami juga punya kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur terkait rincian pembayaran gaji yang telah diterima para tenaga outsourcing maupun jadwal pencairan sisa pembayaran apabila masih terdapat kekurangan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |