Pengamat Kritik PAN Kaltim soal Hak Angket: Politik “Mencle-mencle” Bikin Publik Tak Percaya

11 hours ago 8

BONTANGPOST.ID Sikap Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur yang dinilai berubah arah terkait rencana pengguliran Hak Angket di DPRD Kaltim menuai sorotan tajam dari akademisi Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah atau yang akrab disapa Castro.

Pengamat hukum tersebut menilai inkonsistensi sikap politik seperti itu berpotensi memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.

“Inkonsistensi itu membuat politik tampak tidak bermartabat di mata publik. Kalau kemudian muncul mistrust terhadap partai politik, ya karena praktik seperti ini,” ujar Castro.

Menurutnya, perubahan sikap yang terjadi secara tiba-tiba tanpa penjelasan transparan justru memunculkan dugaan adanya kepentingan tertentu di balik dinamika politik tersebut.

“Fenomena malam bilang A, besok bilang B adalah contoh buruk. Tanpa transparansi, publik berpotensi menilai ada kepentingan tertentu di balik perubahan sikap itu,” tambahnya.

Castro juga menilai pola komunikasi politik yang tidak konsisten mencerminkan lemahnya prinsip perjuangan partai di parlemen daerah.

Menariknya, ia justru memberikan apresiasi terhadap sikap Partai Golkar yang sejak awal dinilai konsisten dalam posisinya terkait Hak Angket, meskipun berada di kubu berbeda.

“Kalau dibandingkan, Golkar lebih terhormat karena sejak awal sikapnya jelas. Berbeda dengan politik yang mencle-mencle,” sindirnya.

Lebih jauh, Castro mengingatkan agar instrumen Hak Angket tidak hanya dijadikan alat tawar-menawar politik di kalangan elite.

Ia pun mendorong masyarakat sipil dan mahasiswa ikut mengawal dinamika tersebut agar fungsi pengawasan DPRD tetap berjalan sesuai kepentingan publik.

“Supaya DPRD tidak ‘masuk angin’, publik harus aktif. Gerakan masyarakat dan mahasiswa perlu mengawal secara serius dan konsisten agar Hak Angket tidak sekadar gertakan politik,” tegasnya.

Saat ini dinamika Hak Angket di DPRD Kaltim masih terus berkembang. Publik pun menanti sikap fraksi-fraksi lain, apakah tetap konsisten mendorong pengawasan atau mengikuti langkah PAN yang memilih menarik diri dari barisan pengusul. (prokal)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |