DP3AKB Bontang Pastikan 17 Daycare Terpantau, Pengasuh Rutin Dibina

10 hours ago 17

BONTANGPOST.ID, Bontang Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang memastikan seluruh lembaga penitipan anak atau daycare di Bontang terus berada dalam pengawasan.

Berdasarkan data terakhir, terdapat 17 Taman Penitipan Anak (TPA) yang tersebar di tiga kecamatan.

Kepala DP3AKB Bontang Eddy Forestwanto, mengatakan pihaknya rutin melakukan monitoring untuk memastikan standar layanan ramah anak diterapkan di setiap daycare.

“Yang kami cek mulai dari fasilitasnya, apakah sudah ramah anak atau belum. Kemudian pengasuhnya, apakah sudah mengikuti pelatihan dan memiliki standar yang sesuai,” ujarnya.

Menurut Eddy, pengawasan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kelayakan fasilitas hingga kompetensi pengasuh anak.

Ia menambahkan, hingga saat ini DP3AKB belum mengeluarkan rekomendasi baru terkait pendirian daycare karena masih memerlukan koordinasi lintas instansi, terutama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Kami perlu koordinasi karena daycare juga berkaitan dengan dunia pendidikan,” katanya.

Pengawasan terhadap daycare, lanjut Eddy, diperkuat menyusul munculnya sejumlah kasus di daerah lain yang menjadi perhatian nasional. Meski begitu, DP3AKB memilih fokus pada pembinaan dan komunikasi dengan pengelola daycare.

Menurutnya, para pengelola memiliki komitmen untuk mewujudkan konsep Taman Asuh Ramah Anak sebagai standar layanan.

“Kami tekankan bahwa daycare adalah penyambung kasih sayang orang tua. Pengasuh merupakan pengganti sementara orang tua, sehingga harus memahami perannya,” tuturnya.

Selain monitoring, DP3AKB juga rutin menggelar pelatihan bagi pengasuh melalui program pembinaan, termasuk Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), guna meningkatkan kompetensi dan sertifikasi pengasuh.

“Sudah beberapa kali kami lakukan pelatihan agar pengasuh memiliki standar yang jelas,” terangnya.

Dalam waktu dekat, DP3AKB juga berencana kembali melakukan peninjauan lapangan ke seluruh daycare setelah proses penilaian Kota Layak Anak (KLA) selesai.

Meski memiliki keterbatasan personel, Eddy memastikan pengawasan tetap berjalan optimal dan hingga kini belum ada keluhan masyarakat terkait layanan daycare di Bontang.

“Alhamdulillah sejauh ini belum ada keluhan. Kami berharap seluruh daycare terus menjaga kualitas layanan karena ini menyangkut masa depan anak-anak,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |